PANGKALPINANG — Angka optimisme ini dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan survei konsumen terbaru. Kenaikan didorong oleh dua komponen utama: persepso terhadap kondisi ekonomi saat ini yang membaik dan ekspektasi ke depan yang tetap solid.
Kepala Perwakilan BI Babel, Rommy S. Tamawiwy, mengungkapkan Indeks Kondisi Ekonomi saat Ini (IKE) pada April 2026 berada di level 127,83. Angka ini naik signifikan dari 120 pada bulan sebelumnya.
Survei mencatat 33 persen responden mengaku penghasilannya meningkat dibanding enam bulan lalu. Dari jumlah itu, 37,3 persen menyebut kenaikan omzet usaha sebagai penyebab utama.
Kepercayaan diri konsumen juga tercermin dari pola belanja barang tahan lama. Sebanyak 33 persen responden mengaku meningkatkan konsumsi barang seperti elektronik. Bahkan, 63,5 persen lainnya menyatakan pengeluaran untuk kategori ini tetap stabil.
“Peningkatan konsumsi durable goods utamanya didominasi oleh pembelian barang elektronik,” ujar Rommy di Pangkalpinang, Jumat (15/5/2026).
Meski sedikit melambat dari 127,3 menjadi 124, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada di zona optimis. Responden melihat prospek kegiatan usaha dan lapangan kerja masih cerah.
Data menunjukkan 38,5 persen responden memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat dalam enam bulan mendatang. Dari kelompok ini, 33,8 persen mengaitkan optimisme tersebut dengan proyek pemerintah, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hal itu selaras dengan optimisme dari 31,5 persen responden yang memperkirakan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang akan meningkat,” beber Rommy.
Kendati optimistis, survei juga menemukan faktor yang bisa mengerem laju keyakinan. Sebanyak 41,3 persen responden yang optimistis terhadap lapangan kerja mendasarkan prediksinya pada asumsi pertumbuhan ekonomi positif.
Namun, potensi kenaikan harga akibat meningkatnya biaya bahan baku disebut sebagai faktor yang masih tertahan. Artinya, optimisme konsumen di Bangka Belitung masih bergantung pada stabilitas harga dan keberlanjutan belanja pemerintah.
Dengan IKK di atas 100, konsumen di provinsi penghasil timah ini menunjukkan sinyal bahwa daya beli dan ekspektasi mereka terhadap pemulihan ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan biaya produksi.