Pemkab Bangka Tengah Bangun 10 Jamban di Desa Batu Belubang pada 2026, Sanitasi Jadi Senjata Baru Lawan Stunting

Penulis: Ragil  •  Minggu, 17 Mei 2026 | 20:45:01 WIB
Pemerintah Bangka Tengah membangun 10 unit jamban di Desa Batu Belubang sebagai upaya intervensi sanitasi lawan stunting.

KOBA — Angka stunting di Kabupaten Bangka Tengah masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Data dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per Februari 2026 menunjukkan prevalensi stunting justru meningkat 3,73 persen. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah mengevaluasi strategi dan memperkuat intervensi dari sisi yang selama ini mungkin kurang dilirik: sanitasi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bangka Tengah, Wiwik Susanti, mengungkapkan bahwa pembangunan 10 unit jamban di Desa Batu Belubang menjadi bagian dari paket kebijakan baru tersebut. “Selain bantuan gizi, pembangunan 10 unit jamban akan difokuskan di Desa Batu Belubang sebagai bagian dari intervensi sanitasi,” katanya di Koba, Minggu.

Mengapa Jamban Menjadi Kunci Penurunan Stunting?

Logika di balik kebijakan ini sederhana namun ilmiah. Lingkungan yang kotor, terutama praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS), menjadi sumber penyakit infeksi seperti diare pada balita. Infeksi berulang mengganggu penyerapan nutrisi, sehingga anak tetap kekurangan gizi meski sudah diberi makanan tambahan. Dengan menyediakan jamban layak, Pemkab Bangka Tengah memutus rantai penyakit yang menghambat tumbuh kembang anak.

Program ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah daerah menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada 2026, Baznas telah menyasar 25 Keluarga Rawan Stunting (KRS) yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Baznas merupakan salah satu mitra Pentaheliks yang konsisten mendukung Program Genting sejak 2025,” ujar Wiwik.

Target Nasional vs Realitas Lapangan

Pemerintah pusat melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 menargetkan angka stunting nasional pada 2026 turun menjadi 17,5 persen. Namun, kenaikan prevalensi di Bangka Tengah menunjukkan bahwa target tersebut membutuhkan kerja ekstra di tingkat kabupaten. “Kondisi ini tentu saja memerlukan perhatian serius melalui evaluasi dan penguatan berbagai program intervensi di lapangan,” tegas Wiwik.

Pemkab Bangka Tengah mengklaim telah menjalankan enam pilar strategi nasional percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2025–2029. Keenam pilar tersebut melibatkan setiap elemen lintas sektoral, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintahan desa dan kelurahan. Pembangunan jamban di Desa Batu Belubang adalah salah satu wujud konkret dari pilar intervensi sanitasi yang selama ini kerap kalah populer dibandingkan program bantuan pangan.

Ke depan, efektivitas program ini akan diukur dari tren penurunan stunting di desa tersebut. Jika berhasil, model intervensi sanitasi berbasis jamban bisa direplikasi ke desa-desa lain di Bangka Tengah yang masih memiliki angka stunting tinggi.

Reporter: Ragil
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top