KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Griezmann tampil emosional saat memberikan pidato di tengah lapangan usai Atletico mengalahkan Girona 1-0. Pemain yang juga menyumbang assist untuk gol tunggal Ademola Lookman itu menjadi sorotan utama malam perpisahan yang dihadiri puluhan ribu suporter.
"Saya tahu banyak dari kalian yang sudah memaafkan, tapi beberapa masih belum. Jadi, saya minta maaf lagi," ucap Griezmann di hadapan publik Metropolitano yang penuh.
"Waktu itu saya tidak sadar seberapa besar cinta yang ada di sini. Saya masih sangat muda, dan ya, saya membuat kesalahan. Saya berpikir ulang dan melakukan segalanya untuk kembali ke sini dan menikmatinya lagi," tambahnya.
Bergabung dari Real Sociedad pada 2014, Griezmann awalnya ditempatkan sebagai pemain sayap kiri. Namun, pelatih Diego Simeone mentransformasikannya menjadi striker haus gol kelas dunia.
Total 212 gol dalam 500 pertandingan membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Atletico Madrid. Piala Europa 2018 menjadi satu-satunya trofi besarnya bersama klub, sebelum ia mempersembahkan Piala Dunia 2018 untuk Prancis di musim panas yang sama.
Momen perpisahan itu juga dihadiri legenda Atletico seperti Fernando Torres dan Diego Godin. "Hari ini adalah hari milik Antoine — dia pasti yang terbaik yang pernah kami lihat di sini dengan mata kepala sendiri," puji Torres.
Simeone tak ketinggalan memberikan penghormatan. "Kamu datang bermain di sayap, lalu kami tempatkan kamu di tengah, dan kamu menjadi tak pernah puas mencetak gol. Kamu memiliki sesuatu yang menular bagi rekan setim, dan itu membawamu ke tempat yang pantas kamu dapatkan," ujar pelatih asal Argentina itu.
Griezmann akan bergabung dengan klub MLS, Orlando City, pada akhir musim ini. Kepindahan tersebut mengakhiri 10 musimnya bersama Los Rojiblancos yang terbelah dua oleh petualangan singkat di Barcelona.
Dalam pidatonya, ia juga berterima kasih kepada seluruh rekan setim sejak 2014, staf klub, dan keluarganya. "Luar biasa bisa berbagi semuanya dengan mereka. Setiap pertempuran, setiap kemenangan, dan setiap kekalahan," pungkasnya.