GPU Gaming Buatan China LX 7G900 Dijual Rp 8 Juta, Kinerja Kalah Jauh dari RTX 4060

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 18:22:01 WIB
GPU LX 7G100 buatan China diuji dengan performa di bawah GeForce RTX 4060.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Lisuan Tech, perusahaan semikonduktor asal China, baru saja meluncurkan LX 7G100, kartu grafis gaming pertama mereka yang diklaim sebagai produk serius buatan lokal. Namun, hasil pengujian dari reviewer China ??? (Chaowanke) menunjukkan bahwa GPU ini gagal memenuhi ekspektasi performa yang dijanjikan.

Performa LX 7G100 di Berbagai Game Modern

Dalam video yang diunggah di Bilibili, ??? menguji LX 7G100 pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis rendah hingga sedang. Beberapa game juga diuji pada preset tinggi untuk melihat batas maksimal kemampuannya. Fitur FSR 3 dan frame generation diaktifkan jika game mendukung untuk meningkatkan frame rate.

Hasilnya mengecewakan. Di game Shadow of the Tomb Raider, LX 7G100 hanya mampu menghasilkan rata-rata 45 FPS dengan 1% Low di angka 32 FPS. Sementara itu, Forza Horizon 5 berjalan sangat lambat dengan rata-rata 38 FPS, menunjukkan optimasi driver yang buruk. Sebagai perbandingan, GeForce RTX 4060 bisa mencapai 90-110 FPS di game serupa pada pengaturan yang sama.

Spesifikasi Sistem Pengujian

Untuk memastikan tidak ada hambatan dari komponen lain, ??? merakit PC high-end dengan spesifikasi berikut:

  • Prosesor: AMD Ryzen 7 9800X3D
  • Motherboard: MSI MPG X870E Edge Ti WiFi
  • RAM: 32 GB (2x16 GB) Biwin Black Opal DW100 DDR5-6000 C28
  • Storage: Biwin Black Opal X570 2TB PCIe 5.0 SSD

Dengan sistem ini, segala potensi bottleneck dari CPU atau memori bisa diminimalkan, sehingga performa LX 7G100 benar-benar murni dari GPU itu sendiri.

Harga Tidak Sebanding dengan Performa

Masalah paling krusial dari LX 7G100 adalah banderol harganya. USD 485 atau sekitar Rp 8 juta setara dengan harga termurah GeForce RTX 5060 Ti 16GB di pasar global. Bahkan jika dibandingkan dengan RTX 4060 yang sudah beredar lebih lama, LX 7G100 masih kalah telak di hampir semua metrik.

Kartu grafis ini hanya cocok untuk pengguna yang sangat ingin mendukung industri semikonduktor dalam negeri China, tanpa memedulikan rasio harga-performa. Untuk gamer pada umumnya, pilihan dari Nvidia, AMD, atau Intel masih jauh lebih rasional.

Kesimpulan: GPU Gaming Lokal yang Terlalu Mahal

Lisuan Tech LX 7G100 mungkin menjadi langkah awal yang berani bagi industri GPU China, tetapi dari segi performa dan harga, produk ini belum siap bersaing di pasar global. Dengan harga Rp 8 juta, pengguna bisa mendapatkan kartu grafis yang dua hingga tiga kali lebih cepat dari merek kompetitor. Kecuali ada penurunan harga drastis atau peningkatan driver yang signifikan, LX 7G100 sulit direkomendasikan untuk siapa pun yang mencari GPU gaming murah.

Reporter: Sutomo
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top