Jelang Idul Adha, Pemkab Bangka Barat Salurkan 6.800 Paket Sembako Subsidi, Warga Cukup Bayar Rp91.000

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:37:59 WIB
Pemkab Bangka Barat mulai salurkan 6.800 paket sembako bersubsidi menjelang Idul Adha.

SIMPKANGTERITIP — Pemkab Bangka Barat memulai penyaluran tahap kedua program sembako bersubsidi, Jumat, di Kecamatan Simpangteritip. Program ini menyasar 6.800 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga kecamatan: Simpangteritip, Jebus, dan Parittiga. Setiap desa di wilayah tersebut mendapat jatah 200 paket.

Isi Paket dan Besaran Subsidi

Setiap paket sembako berisi tiga bahan pokok: 10 kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan satu liter minyak goreng. Tanpa subsidi, harga paket mencapai Rp191.000 per unit. Pemkab Bangka Barat menggelontorkan subsidi Rp100.000 per paket, sehingga warga penerima manfaat hanya membayar Rp91.000.

Bupati Markus menjelaskan program ini merupakan wujud komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya. "Pada program ini pemerintah daerah memberikan subsidi sebesar Rp100.000/paket, semoga bermanfaat dan benar-benar tepat sasaran," katanya di Simpangteritip.

Penyaluran Bertahap: dari Idul Fitri ke Idul Adha

Program ini bukan yang pertama kali digelar tahun ini. Pemkab Bangka Barat telah menyiapkan total 13.200 paket sembako bersubsidi sepanjang 2026. Tahap pertama disalurkan saat Ramadhan di tiga kecamatan lain—Mentok, Kelapa, dan Tempilang—sebanyak 6.400 paket. Kini, menjelang Idul Adha, giliran 6.800 paket didistribusikan ke Simpangteritip, Jebus, dan Parittiga.

"Hari ini kita laksanakan di Kecamatan Simpangteritip, sedangkan dua kecamatan lain dilaksanakan hari berikutnya," ujar Markus. Strategi penyaluran bertahap ini memastikan distribusi merata dan menghindari kerumunan.

Kolaborasi dengan Bulog untuk Kendalikan Harga

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Bangka Barat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), serta Perum Bulog Kantor Cabang Bangka. Keterlibatan Bulog memastikan pasokan beras dan bahan pokok lainnya tersedia dengan harga stabil. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, terutama saat permintaan melonjak jelang hari raya.

Bupati berharap bantuan ini meringankan beban ekonomi masyarakat. "Ini merupakan bentuk perlindungan sosial dari pemerintah agar tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok," pungkasnya.

Reporter: Saiful
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top