SUNGAILIAT — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengingatkan warga yang bermukim di dekat saluran air untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah yang menyumbat aliran. Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir disebut menjadi pemicu utama risiko banjir di kawasan kota.
Boy Yandra menegaskan, sampah yang menumpuk di aliran sungai tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga mengancam penyebaran berbagai jenis penyakit. Lingkungan yang kotor akibat sampah juga menciptakan ketidaknyamanan bagi warga sekitar.
"Sampah yang menumpuk tidak hanya dapat menyebabkan banjir, tetapi mengancam terjadinya sebaran berbagai jenis penyakit serta menciptakan lingkungan yang tidak nyaman," kata Boy Yandra di Sungailiat, Sabtu.
DLH Bangka meminta seluruh masyarakat, terutama di kawasan perkotaan, untuk tidak membuang sampah sembarangan. Warga diimbau memanfaatkan tempat pembuangan sementara (TPS) yang sudah disediakan oleh pemerintah.
Bagi warga yang tidak bisa membuang sampah langsung ke TPS, Boy Yandra memberikan alternatif. Mereka dapat menghubungi pihak kelurahan untuk diangkut oleh petugas kebersihan setempat.
"Masyarakat yang tidak berkenan membuang sampah ke TPS, dapat menghubungi pihak kelurahan untuk mengangkut sampah oleh petugas kebersihan dari kelurahan," ujarnya.
Meskipun masih ada warga yang perlu diedukasi, Boy Yandra mengakui upaya pengurangan sampah di Kota Sungailiat menunjukkan hasil. Volume sampah yang masuk ke TPA berhasil ditekan dari 60 ton per hari menjadi 58 ton per hari.
Pihaknya berharap angka tersebut terus berkurang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah. Tumpukan sampah di sejumlah titik wilayah Kota Sungailiat juga dilaporkan sudah bersih.