BRI dan Unsoed Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026, Dorong Transformasi Digital 5.0 untuk Desa di Bangka Belitung

Penulis: Saiful  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 12:56:01 WIB
Menteri Desa Yandri Susanto membuka resmi program Desa BRILiaN 2026 sebagai langkah transformasi digital desa.

JAKARTA — Program Desa BRILiaN 2026 resmi dimulai dengan kick-off yang dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Dalam sambutannya, Yandri menekankan bahwa konsep “Bangun Desa, Bangun Indonesia” harus diwujudkan dengan memperkuat pilar ekonomi kerakyatan.

Mengapa Desa Harus Menjadi Subjek Pembangunan?

Yandri Susanto menyebut transformasi desa tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola lama. Menurutnya, desa harus adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar sosial dan budaya lokal. “Program Desa BRILiaN bukan sekadar program pelatihan, tetapi merupakan gerakan transformasi desa menuju ekosistem yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berakar pada kekuatan sosial dan budaya lokal,” ujar Mendes PDT dalam sambutannya.

Apa Itu Desa 5.0 dan Targetnya di 2026?

Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Batch 1 ini mengusung tema spesifik: “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan”. Program ini merupakan hasil kolaborasi BRI dengan Universitas Jenderal Soedirman. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya dan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq turut hadir dalam acara yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia tersebut.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Program Ini?

Selain Mendes PDT dan jajaran direksi BRI, acara ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani, serta Ketua LPPM Universitas Jenderal Soedirman Elly Tugianti. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi lintas sektor yang diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi di tingkat desa.

Bagi desa-desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, program ini membuka peluang untuk mengakses pendampingan dan penguatan kapasitas di bidang inovasi digital. Dengan pendekatan human-centered leadership, warga desa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memimpin perubahan di lingkungannya sendiri. Tahap selanjutnya dari program ini akan mencakup pendampingan intensif dan implementasi langsung di lapangan.

Reporter: Saiful
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top