Para guru peserta program berasal dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pelatihan dirancang untuk memperkuat keterampilan menulis, baik untuk kebutuhan pengajaran maupun pengembangan kompetensi profesional.
Program Literasi Guru PT TIMAH tidak hanya berfokus pada teknik menulis. Perusahaan menyebut kegiatan ini mendorong para pendidik untuk terus berinovasi dalam proses belajar mengajar.
“Melalui peningkatan kapasitas guru, diharapkan proses pembelajaran di sekolah dapat berlangsung lebih efektif dan mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, serta memiliki semangat belajar mandiri,” demikian pernyataan perusahaan dalam rilis yang diterima Ayobangka.com.
PT TIMAH menilai peningkatan kompetensi guru menjadi faktor penting dalam menjaga profesionalitas tenaga pendidik. Dengan kompetensi yang terus berkembang, guru dapat menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di wilayah operasionalnya. Wilayah lingkar tambang menjadi fokus utama karena dampak sosial dan pendidikan di area tersebut memerlukan perhatian khusus.
Dengan 90 guru yang telah terlatih, program ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda. Para guru tidak hanya meningkatkan kemampuan diri, tetapi juga diharapkan mampu menularkan keterampilan menulis dan literasi kepada murid-murid mereka.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bangka Belitung. Kolaborasi antara BUMN dan tenaga pendidik lokal menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan.