Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan, menjelaskan kegiatan ini merupakan pengembangan dari program pengelolaan sampah yang sudah berjalan pada 2025. Tahun lalu, perusahaan fokus membentuk bank sampah dan menerapkan penggunaan kertas bolak-balik di lingkungan internal.
"Tahun ini Perusahaan mengembangkan program tersebut dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada siswa dan guru agar pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih luas," ujar Anggi dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/6/2026).
Menurut Anggi, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk budaya peduli lingkungan. Membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola sampah dinilai lebih efektif daripada sosialisasi kepada orang dewasa.
"Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, pihak sekolah dapat mengelola sampah plastik yang dihasilkan menjadi ecobrick sehingga sampah tidak hanya dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali," katanya.
Kepala SD Negeri 22 Mentok, Mulyo Suwarwoto, mengapresiasi inisiatif PT TIMAH. Menurutnya, materi pelatihan tentang pemanfaatan limbah organik dan nonorganik sejalan dengan Program Adiwiyata yang tengah dijalankan sekolah.
"Kegiatan ini sejalan dengan Program Adiwiyata yang mengintegrasikan wawasan pelestarian lingkungan ke dalam proses pembelajaran. Edukasi tentang pemanfaatan limbah, baik organik maupun nonorganik, sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik," ungkapnya.
Selain mendukung pengurangan sampah plastik, pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi pengelolaan lingkungan perusahaan. Pengelolaan sampah merupakan salah satu aspek yang dinilai dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Divisi Processing and Refinery PT TIMAH yang menggelar kegiatan ini berharap para pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mempraktikkan pembuatan ecobrick secara mandiri di sekolah. Dengan begitu, sampah plastik yang selama ini menjadi masalah bisa berubah menjadi barang yang memiliki nilai pakai. (*)