BANGKA TENGAH — BPKAD Kabupaten Bangka Tengah memperkenalkan Sistem Informasi Pegawai dan Rincian Gaji (Si PERIGI) sebagai langkah baru dalam tata kelola keuangan daerah. Inovasi ini dirancang untuk memastikan seluruh hak pegawai dibayarkan secara tepat dan akurat, sekaligus menindaklanjuti evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait efektivitas belanja pegawai.
Kepala BPKAD Bangka Tengah, Redha Tama, mengatakan sistem ini memungkinkan ASN memperbarui data kepegawaian secara mandiri. Pembaruan data yang akurat menjadi kunci untuk mencegah kesalahan administrasi serta menghindari kelebihan maupun kekurangan pembayaran tunjangan.
"Melalui implementasi Si PERIGI, kami ingin memastikan bahwa seluruh hak pegawai dibayarkan secara tepat dan akurat," ujar Redha, Sabtu (15/8/2026).
Sebelumnya, proses perubahan data seperti kenaikan gaji berkala dan perubahan status keluarga kerap memakan waktu karena harus melalui alur administrasi panjang. Dengan Si PERIGI, pegawai dapat memperbarui data tersebut secara langsung dalam sistem.
Integrasi data ini membuat proses verifikasi menjadi lebih cepat. BPKAD berharap sistem ini mampu menekan potensi kesalahan input yang selama ini sering menjadi temuan dalam audit keuangan daerah.
Si PERIGI merupakan bagian dari ekosistem digitalisasi yang lebih luas di lingkungan BPKAD Bangka Tengah. Beberapa sistem lain yang tengah dikembangkan antara lain SIROJAK (Sistem Rekonsiliasi Pajak) untuk memperkuat data perpajakan daerah.
BPKAD juga menghadirkan SEMAMPAI (Saluran Efektif Memahami Anggaran Melalui Percakapan AI) yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu masyarakat memahami informasi anggaran. Sistem ini diharapkan membuka akses publik terhadap data keuangan pemerintah secara lebih sederhana.
Selain itu, BPKAD tengah menyelesaikan SIRATU (Sistem Rekon Aset Terpadu), SEPAKAT/SEKUAT untuk tata kelola keuangan desa, SIPATEN untuk pengelolaan aset tanah, serta SEGANTANG sebagai sistem gabungan data keuangan.
Redha menegaskan bahwa pengembangan berbagai sistem tersebut tidak berhenti pada pembuatan aplikasi. Tujuan utamanya adalah pembenahan administrasi agar pengelolaan keuangan dan aset daerah berjalan lebih efektif, efisien, transparan, serta akuntabel.
Dengan terbangunnya ekosistem pengelolaan keuangan berbasis data yang terintegrasi, BPKAD Bangka Tengah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi keuangan pemerintah. Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi tata kelola fiskal yang lebih modern di lingkungan Pemkab Bangka Tengah.