KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jepara tidak hanya dikenal dengan ukir kayunya. Pada Sabtu malam (15/8/2026), ribuan warga dan wisatawan berdiri berdesakan di sepanjang Jalan Pemuda untuk menyaksikan kemeriahan Jepara Art Carnival (JARC) 2026. Sebanyak 62 peraga busana dari Jepara dan berbagai daerah di Indonesia unjuk kebolehan mengenakan kostum spektakuler bernuansa budaya lokal.
Gelaran yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus hiburan publik. Para peserta berjalan di atas catwalk terbuka, menampilkan detail kostum yang memukau—dari hiasan kepala hingga properti pendukung—dengan latar malam dan lampu kota.
Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar serta jajaran Forkopimda turut hadir menyaksikan langsung atraksi tersebut. Witiarso mengapresiasi tingginya partisipasi publik dalam event yang digelar pemerintah daerah ini.
Salah satu penampilan yang menyita perhatian datang dari Juniar Saprova, peserta asal Kecamatan Donorojo. Ia tampil mengusung tema Jembul Tulakan, lengkap dengan pusaka khas Donorojo yang disebut Tulak. Kostum ini membutuhkan waktu persiapan hampir satu bulan.
“Jembul Tulakan ini menjadi Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 dan menjadi salah satu kebanggaan Jepara,” ujar Juniar kepada awak media di sela acara.
Pengangkatan budaya lokal seperti ini menjadi nilai tambah JARC. Bukan sekadar parade busana, event ini menjelma menjadi panggung promosi tradisi Jepara kepada khalayak yang lebih luas, termasuk peserta dari luar daerah.
Linda, salah satu penonton yang hadir sejak awal, mengaku menikmati penampilan para peserta. Ia menilai keterlibatan pelajar dan anak-anak dalam ajang ini menjadi hal positif untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.
“Banyak anak-anak baru ya, ini bagus banget untuk melatih mental mereka,” kata Linda. Ia berharap JARC kembali digelar tahun depan karena adiknya menjadi salah satu peserta tahun ini.
Di sisi lain, Bupati Witiarso menyebut masih ada sejumlah evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan JARC ke depan. Ia berharap event kreatif semacam ini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), terutama bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata Jepara.
“Dengan antusiasme yang luar biasa kita berkolaborasi, kita semakin bersinergi sehingga chemistry pemerintah dan masyarakat semakin erat,” tuturnya.
Setelah seluruh peserta menampilkan atraksi terbaiknya, panitia mengumumkan para pemenang di penghujung acara. Berikut daftar lengkapnya:
JARC 2026 membuktikan bahwa kolaborasi antara kreativitas seni, budaya lokal, dan antusiasme publik mampu menciptakan atraksi wisata yang hidup. Bagi Anda yang berencana liburan ke Jepara akhir pekan, agenda tahunan ini layak masuk daftar kunjungan—meski untuk menikmatinya, Anda hanya perlu bermodal datang lebih awal dan siap berdiri di tengah keramaian.