KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Komitmen tersebut disampaikan manajemen Asuransi Jasindo sebagai bagian dari peran strategis BUMN di sektor jasa keuangan. Perusahaan pelat merah ini menilai stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh sektor riil, tetapi juga oleh tingkat literasi dan penetrasi asuransi di tengah masyarakat.
Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Surya Ramadhan, menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional harus dibangun dari pondasi yang paling bawah. Salah satu caranya adalah memastikan pelaku usaha memiliki proteksi terhadap risiko operasional yang tidak terduga.
"Peran kami tidak sekadar memberikan polis, tapi memastikan masyarakat dan pelaku usaha memahami pentingnya mitigasi risiko. Ini adalah bagian dari kontribusi kami untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar," kata Andy dalam keterangan resminya, dikutip Senin (18/8).
Jasindo mengarahkan fokus pengembangan produk pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) serta sektor pertanian dan perikanan. Segmen ini dinilai paling rentan terhadap gejolak ekonomi dan risiko alam, namun kerap terkendala akses terhadap produk asuransi formal.
Perusahaan akan menggencarkan literasi dan memperkuat kanal distribusi digital. Langkah ini untuk menjangkau calon nasabah di luar kota-kota besar yang selama ini belum tersentuh layanan asuransi konvensional.
Bagi pelaku usaha, kehadiran Jasindo di segmen ini menjadi alternatif mitigasi risiko dengan skema premi yang lebih terjangkau. Bagi industri asuransi nasional, langkah ini berpotensi meningkatkan rasio penetrasi asuransi yang masih rendah dibandingkan negara tetangga.
Perusahaan menargetkan pertumbuhan premi bruto yang berkelanjutan sepanjang tahun ini, ditopang oleh perluasan lini bisnis ritel dan komersial. Ekspansi ini juga sejalan dengan arahan Kementerian BUMN agar perusahaan asuransi pelat merah lebih agresif namun tetap prudent dalam pengelolaan risiko.