KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kami menguji Panamera Turbo E-Hybrid dan Turbo S E-Hybrid di sirkuit Spanyol dan jalan raya publik. Hasilnya: mobil ini punya dua kepribadian yang bertolak belakang. Di mode Comfort, ia meluncur mulus seperti sedan premium Eropa. Begitu mode Sport Plus aktif di sirkuit, ia berubah menjadi mesin performa yang agresif dengan tenaga gabungan hingga 771 hp.
Di lintasan uji Car and Driver, Turbo S E-Hybrid mencetak 0-60 mph (sekitar 97 km/jam) dalam 2,5 detik dan menuntaskan quarter mile dalam 10,5 detik pada kecepatan 132 mph (212 km/jam). Angka ini mengungguli 911 GT3 yang membutuhkan 2,7 detik untuk sprint serupa.
Tenaga berasal dari kombinasi mesin V-8 twin-turbo dengan motor listrik plug-in hybrid. Varian standar Turbo E-Hybrid menghasilkan 670 hp, sedangkan Turbo S E-Hybrid ditingkatkan menjadi 771 hp. Keduanya menggunakan transmisi dual-clutch delapan percepatan dan all-wheel drive sebagai standar.
Sistem suspensi PAR (Porsche Active Ride) menjadi komponen kunci yang kami rasakan langsung. Teknologi ini mampu mengeraskan peredam di satu sisi bodi untuk menekan body roll saat menikung keras. Efeknya terasa dramatis di tikungan sirkuit—mobil tetap datar meski digeber maksimal.
Yang lebih mengesankan, sistem yang sama justru menyaring gundukan besar dengan sangat halus di jalan raya. Karakter berkendara berubah total menjadi mirip limusin, sesuatu yang jarang ditemukan pada sedan performa tinggi sekelasnya.
Pabrikan memperkirakan jarak tempuh listrik murni 28 mil (45 km) dari baterai 22-kWh. Namun pengujian kami menunjukkan hasil lebih baik: Panamera S E-Hybrid mampu menempuh 48 mil (77 km) di jalan tol sebelum mesin bensin menyala—hampir dua kali lipat klaim resmi.
Pengisian daya via charger Level 2 memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan onboard charger 11,0-kW. Konsumsi bahan bakar tercatat 21 mpg (sekitar 8,9 km/L) untuk varian Turbo di dalam kota dan 24 mpg (10,2 km/L) di tol. Varian Turbo S sedikit lebih boros: 20 mpg kota dan 23 mpg tol.
Kabin Panamera menawarkan fleksibilitas yang jarang dimiliki sedan sport. Baris kedua bisa dipesan sebagai dua jok bucket atau bangku tiga penumpang. Ruang kaki dan bagasi cukup untuk perjalanan akhir pekan empat orang dewasa beserta koper mereka.
Fitur hiburan juga jadi nilai jual: penumpang depan bisa bermain game di layar infotainment sisi penumpang, sementara pengemudi menikmati sistem audio premium Burmester. Pilihan personalisasi interior sangat luas—mulai dari beberapa opsi kulit, warna gauge, hingga setir serat karbon.
Panamera Turbo S E-Hybrid adalah mobil yang sulit dicari tandingannya. Ia memadukan akselerasi level supercar, kenyamanan limusin, dan kepraktisan sedan empat pintu dalam satu paket. Cocok untuk pembeli yang menginginkan satu mobil untuk semua kebutuhan—dari harian macet kota sampai track day akhir pekan.
Namun jika Anda tidak membutuhkan tenaga ekstrem 771 hp, varian Turbo E-Hybrid dengan 670 hp sudah lebih dari cukup. Bahkan Panamera E-Hybrid non-Turbo menawarkan pengalaman berkendara serupa dengan harga jauh lebih ramah. Keputusan akhir tetap bergantung pada seberapa besar Anda menghargai angka 0-100 km/jam di bawah 3 detik.