Setelah Gelar UN Tourism, Penggerak Desa Sejahtera Astra di Wukirsari Raih Satyalencana Kepariwisataan

Penulis: Rian Murdani  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:05:00 WIB
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa (kedua kanan) berfoto bersama dengan dua Penggerak Desa Sejahtera Astra, yaitu Zainul Arifin (kiri) dan Nur Ahmadi (kanan), penerima penghargaan S

JAKARTA - Desa Wukirsari di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang tahun lalu meraih The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism, kembali menorehkan capaian lewat penggeraknya.

Nur Ahmadi, penggerak Desa Sejahtera Astra Wukirsari, menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI bersama Zainul Arifin dari Desa Sejahtera Astra Ketapanrame.

Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Nur mengembangkan wisata Desa Wukirsari dengan tetap mempertahankan lingkungan dan budaya setempat. Salah satu potensi yang dikembangkan adalah Batik Tulis Giriloyo, yang membuka peluang ekonomi bagi warga sekaligus memperluas pengenalan desa tersebut di tingkat internasional.

Adapun Zainul mengembangkan tanah kas Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, menjadi destinasi wisata Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong.

Pengembangan itu melibatkan berbagai pihak dan menggunakan investasi masyarakat yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), sehingga turut menggerakkan ekonomi warga serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Satyalencana Kepariwisataan merupakan tanda kehormatan dari Presiden kepada individu yang berjasa dalam bidang pariwisata. Kontribusi Zainul dan Nur dinilai mampu mendorong pengembangan desa sekaligus membuka sumber ekonomi bagi masyarakat.

Kiprah keduanya menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra yang mendorong masyarakat mengolah potensi lokal secara berkelanjutan. Program tersebut telah menjangkau 1.533 desa di 35 provinsi.

Astra mencatat kontribusi sosialnya menjangkau lebih dari 16 juta orang, termasuk 6,9 juta tenaga kerja beserta keluarga dan 3 juta penerima manfaat program Desa Sejahtera Astra.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menuturkan pendampingan terhadap kedua penggerak sudah berlangsung sejak 2023.

"Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang telah mendapatkan pendampingan dari Astra sejak tahun 2023 dan berkontribusi memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi dan semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia," ujar Boy.

Reporter: Rian Murdani
Back to top