JAKARTA — PT SUCOFINDO (Persero) menyerahkan Sertifikat Surveillance ISO Sistem Manajemen Integrasi (SMI) kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pengakuan ini diberikan atas konsistensi PHR dalam menerapkan standar internasional untuk manajemen mutu, lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di seluruh lini operasional.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Komersial SUCOFINDO, Agus Permadi, kepada Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin. Prosesi serah terima ini menjadi penegasan bahwa sistem manajemen yang dijalankan PHR telah memenuhi persyaratan ketat dan berlaku efektif.
Agus Permadi menyampaikan apresiasi atas dedikasi PHR yang konsisten menerapkan standar internasional di tengah kompleksitas kegiatan operasional hulu migas. Menurutnya, perolehan sertifikat ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan budaya mutu yang telah mengakar di perusahaan.
“Perolehan sertifikat ini menunjukkan komitmen kuat PT Pertamina Hulu Rokan dalam membangun budaya mutu, keberlanjutan lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja yang menjadi fondasi penting bagi operasional perusahaan,” ujar Agus dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, sebagai lembaga sertifikasi, SUCOFINDO bangga dapat mendukung PHR dalam memastikan setiap proses manajemen berjalan efektif dan berkelanjutan. Sertifikasi ini diharapkan menjadi landasan untuk mendorong peningkatan kinerja dan perbaikan berkelanjutan di masa mendatang.
Penerapan SMI yang diaudit oleh SUCOFINDO mencakup tiga aspek utama: manajemen mutu, manajemen lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Ketiganya menjadi pilar penting bagi PHR dalam mengelola Blok Rokan, salah satu aset strategis nasional di sektor hulu migas.
Dengan terpeliharanya sertifikat ini, PHR dinilai memiliki sistem manajemen yang terintegrasi dan selaras dengan praktik terbaik industri migas global. Hal ini berdampak langsung pada keandalan operasional dan keamanan lingkungan di wilayah kerja perusahaan.
Bagi publik, pengakuan ini menegaskan bahwa pengelolaan Blok Rokan tidak hanya berorientasi pada target produksi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan keselamatan kerja yang menjadi standar industri.