KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Lahan percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi bukti nyata kontribusi listrik bagi sektor agraris. Dari area seluas 100 hektare yang dialiri listrik PLN, produktivitas padi yang diraih petani mencapai 11,4 ton per hektare—jauh di atas rata-rata hasil panen konvensional.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut capaian ini sebagai momentum penting untuk mendorong adopsi teknologi pertanian secara lebih luas. "Alhamdulillah, panen pilot project PM-AAS di Lampung hari ini menunjukkan hasil yang luar biasa, mencapai 11,4 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas," ujarnya saat panen raya, Kamis (20/8/2026).
Kehadiran jaringan listrik PLN di kawasan PM-AAS tidak sekadar menerangi, melainkan menggerakkan pompa air untuk sistem irigasi. Pasokan listrik ini menjadi penjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan, terutama saat curah hujan menurun atau memasuki musim kemarau.
General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, menjelaskan bahwa penggunaan pompa listrik jauh lebih hemat dibandingkan pompa berbahan bakar minyak. "Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani," kata Noer.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, menilai dukungan kelistrikan memungkinkan pompa bantuan Kementerian Pertanian digunakan secara optimal. "Dengan Program Listrik Masuk Sawah, petani akan semakin mudah menjalankan kegiatan pertanian. Kami bersama PLN dan dinas pertanian akan memetakan wilayah yang membutuhkan akses listrik agar pompa dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama saat musim kemarau," jelasnya.
Sejauh ini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, serta 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan. Selain itu, 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu juga telah menikmati pasokan listrik.
PLN berkomitmen memperluas jangkauan elektrifikasi ke kawasan pertanian lainnya di Lampung. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan listrik, dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur di setiap lokasi.
Noer menegaskan bahwa listrik kini bukan hanya kebutuhan rumah tangga, melainkan bagian penting dalam modernisasi pertanian—mulai dari sistem pengairan, pengolahan lahan, hingga proses pascapanen. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, pemanfaatan listrik di sektor pertanian diharapkan mampu memperluas penerapan teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat ketahanan pangan di Lampung.