PANGKALPINANG — Sebanyak 10 pengurus KONI Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, melakukan studi banding ke KONI Pangkalpinang, Rabu (26/8/2026). Rombongan dipimpin langsung Ketua KONI OKI, Agus Hasan, didampingi Sekretaris Umum Iskandar Fuad beserta jajaran pengurus.
Kedatangan mereka diterima Ketua KONI Pangkalpinang Fauzi Terisana bersama Sekretaris Umum Arman Wibisono, Wakil Ketua I Sapta Qodria Muafi, Wakil Ketua II Yosrizal, dan Wakil Ketua III Zaldy.
Agenda ini bukan sekadar kunjungan seremonial. KONI OKI ingin melihat langsung bagaimana organisasi olahraga di Pangkalpinang tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi mampu membangun sistem pembinaan yang menghasilkan atlet berprestasi.
Beberapa hal yang menjadi perhatian rombongan adalah pengelolaan organisasi, pembinaan atlet, pengelolaan cabang olahraga, hingga strategi menjaga kesinambungan prestasi. Dukungan pemerintah daerah juga masuk dalam daftar materi diskusi.
Agus Hasan mengatakan, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi pihaknya. Ia berharap hasil kunjungan ini dapat meningkatkan tata kelola organisasi, pembinaan atlet, serta pencapaian prestasi olahraga daerah secara berkelanjutan.
“Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi bahan masukan bagi KONI Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk meningkatkan tata kelola organisasi, pembinaan atlet, serta pencapaian prestasi olahraga daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Diskusi tidak berhenti pada teori. Kedua organisasi saling bertukar pengalaman mengenai persoalan dan strategi pembinaan atlet, termasuk bagaimana membangun ekosistem olahraga yang mampu menopang prestasi dalam jangka panjang.
Fauzi Terisana menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah bukan hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi baru dalam pengembangan olahraga prestasi.
“Pertemuan ini berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari kedua belah pihak. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dalam pengembangan olahraga prestasi di daerah,” kata Fauzi.
Ia menegaskan, pengalaman setiap daerah memiliki nilai penting untuk saling dipelajari. Dengan bertukar praktik pengelolaan dan pembinaan, organisasi olahraga dapat menemukan pola yang lebih efektif untuk menjawab tantangan prestasi.