Korem 045 Garuda Jaya Kerahkan 690 Prajurit Padamkan 40 Titik Karhutla di Bangka Belitung

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:27:01 WIB
prajurit TNI dikerahkan untuk memadamkan 40 titik karhutla di Pulau Bangka dan Belitung.

Komando Resor Militer (Korem) 045 Garuda Jaya mengerahkan 690 prajurit TNI Angkatan Darat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di 40 titik di Pulau Bangka dan Belitung. Pengerahan pasukan ini merupakan respons atas musim kemarau ekstrem yang melanda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (2/10).

PANGKALPINANG — Sebanyak 690 prajurit TNI dikerahkan untuk menangani 40 titik api karhutla yang tersebar di Pulau Bangka dan Belitung. Ribuan personel gabungan ini disiagakan untuk mempercepat pemadaman di tengah kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang.

Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, mengatakan seluruh pasukan telah disebar ke sejumlah titik rawan kebakaran. "Saat ini kita mengerahkan prajurit untuk menangani 40 titik api di Pulau Bangka dan Belitung," ujarnya di Pangkalpinang, Rabu.

Sebaran 690 Prajurit di Pulau Bangka dan Belitung

Pasukan yang diterjunkan terbagi dalam tiga satuan tugas. Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) mengerahkan 250 prajurit, sementara Pulau Bangka mendapat tambahan 240 prajurit dan Pulau Belitung 200 prajurit.

Seluruh personel bergerak bersama Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan titik api bisa segera dipadamkan sebelum meluas ke permukiman warga.

Luas Lahan Terbakar Masih Terkendali

Meski jumlah titik api mencapai 40, Wahyudi memastikan skala kebakaran di daerahnya masih relatif kecil. "Kejadian karhutla di Pulau Bangka dan Belitung masih kecil-kecil. Paling luas lahan terbakar di satu titik hanya sekitar tiga hektare," katanya.

Kondisi ini berbeda jauh dengan karhutla di Pulau Kalimantan, Sumatera Selatan, dan Riau yang luas lahannya bisa mencapai puluhan hektare dalam satu titik. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi perluasan api akibat angin kencang.

Imbauan untuk Masyarakat Babel

Wahyudi meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan ini dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas di tengah cuaca panas ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan apabila ada titik api atau kebakaran untuk segera melapor kepada petugas TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya," kata Wahyudi.

Laporan cepat dari warga dinilai krusial untuk mempercepat waktu respons petugas di lapangan. Semakin cepat laporan diterima, semakin kecil kemungkinan api menjalar ke area yang lebih luas.

Reporter: Sutomo
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top