Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, resmi mengirimkan 153 data inovasi daerah untuk mengikuti penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya meraih predikat daerah sangat inovatif sekaligus memburu insentif fiskal dari pemerintah pusat yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar.
KOBA — Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda memimpin langsung proses simbolis submit data inovasi bersama Tim PIC Inovasi di Koba, Rabu. Seluruh data yang dikirimkan merupakan hasil kerja Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) yang didukung penuh oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangka Tengah.
Proses penginputan ini bukan tanpa arahan khusus. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman disebut telah menginstruksikan agar seluruh tahapan penyelesaian data inovasi berjalan optimal demi mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
"Pak Bupati menginstruksikan ini harus jadi, kalau bisa kita dapat penghargaan agar kita dapat insentif," ujar Efrianda di Koba.
Efrianda meyakini peluang Bangka Tengah untuk meraih hasil positif cukup terbuka lebar. Pasalnya, seluruh data yang disampaikan telah berbasis sistem dan dapat dipertanggungjawabkan secara objektif oleh tim penilai.
"Kalau dari hitung-hitungan informasi yang kami dapat, mungkin angkanya Rp 1 sampai Rp 10 miliar. Mudah-mudahan kita dapat," katanya menambahkan.
Penilaian IID merupakan instrumen resmi Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN). Instrumen ini digunakan untuk mengukur tingkat kematangan inovasi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Hasil dari penilaian ini nantinya menjadi bagian dari proses menuju ajang Innovative Government Award (IGA). Ada empat kategori predikat yang bisa diraih, yaitu sangat inovatif, inovatif, kurang inovatif, atau tidak dapat dinilai.
Selain mengejar insentif, Efrianda berharap pengiriman data inovasi ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menargetkan agar seluruh inovasi yang diajukan dapat meningkatkan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik di Bangka Tengah.
Dengan total 153 inovasi yang dikirimkan, Pemkab Bangka Tengah menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi. Keberhasilan dalam ajang ini juga akan menjadi tolok ukur sejauh mana pemerintah daerah mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.