KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bursa transfer musim panas 2026 memasuki hari-hari terakhir, dan drama kepindahan Julian Alvarez dari Atletico Madrid kian memanas. Striker berusia 26 tahun itu dikabarkan sudah bulat ingin hengkang, namun tujuannya justru dibatasi oleh klubnya sendiri.
Dilansir dari Sport, Atletico menolak mentah-mentah melepas Alvarez ke sesama klub LaLiga, Barcelona. Keputusan ini otomatis memupus harapan Blaugrana yang sudah lama memburu tanda tangan pemain asal Argentina tersebut.
Di tengah kebuntuan negosiasi dengan Barcelona, Arsenal justru muncul sebagai kandidat terkuat. Atletico disebut siap bernegosiasi dengan The Gunners dan mematok harga mulai dari 130 juta Euro atau setara Rp 2,6 triliun.
Angka itu menjadi sinyal bahwa Atletico tidak akan memberi diskon untuk pemain yang sempat dihujat suporter sendiri karena berniat pergi. Harga tersebut juga menjadi ujian nyata bagi keseriusan Arsenal di bursa transfer.
Tekanan kepada Alvarez datang dari dua arah. Di dalam klub, ia dianggap mengganggu konsentrasi tim jelang penutupan bursa. Di tribun, suporter Atletico bahkan sudah melontarkan cemoohan kepada pemain yang mereka nilai tidak loyal.
Kondisi ini membuat Atletico tidak ingin drama berkepanjangan. Klub lebih memilih mempercepat proses penjualan demi menjaga stabilitas ruang ganti sebelum kompetisi memasuki pekan-pekan krusial.
Pertanyaan besar kini mengarah ke kesiapan finansial Arsenal. Sepanjang musim panas ini, The Gunners tercatat sudah membelanjakan 227 juta Euro atau setara Rp 4,6 triliun untuk mendatangkan empat pemain baru.
Dengan pengeluaran sebesar itu, masih adakah ruang bagi Arsenal untuk menebus Alvarez? Secara aturan finansial, klub asal London Utara itu harus berhitung ulang agar tidak melanggar regulasi profit and sustainability yang ketat di Premier League.
Namun, peluang itu tetap terbuka. Arsenal dikenal agresif di bursa transfer dan butuh striker tajam untuk bersaing di papan atas. Jika negosiasi berjalan mulus sebelum 1 September, Alvarez bisa menjadi pembelian termahal mereka sepanjang sejarah.