Perum Bulog Cabang Belitung mencatat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pulau Belitung mencapai 2.435 ton sepanjang 1 Januari hingga 26 Agustus 2026. Realisasi ini terbagi untuk dua kabupaten, dengan porsi terbesar di Kabupaten Belitung sebanyak 2.056.840 kilogram.
TANJUNGPANDAN — Perum Bulog Cabang Belitung mencatat total penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pulau Belitung mencapai 2.435 ton sepanjang periode 1 Januari hingga 26 Agustus 2026. Angka itu setara dengan 24.350 kuintal beras yang telah didistribusikan ke masyarakat.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Belitung Syahrianza Rahman mengungkapkan realisasi penyaluran tersebut terbagi untuk dua kabupaten. Kabupaten Belitung menerima jatah terbesar sebanyak 2.056.840 kilogram, sementara Kabupaten Belitung Timur mendapat alokasi 378.920 kilogram.
Syahrianza mengatakan kehadiran beras SPHP di pasaran bertujuan memberikan akses beras berkualitas dengan harga yang ramah di kantong. Program ini mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Manfaat utama dari keberadaan beras SPHP ini adalah menyediakan beras berkualitas bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan harga eceran Tertinggi (HET) sekaligus menjaga daya beli," katanya di Tanjungpandan, Jumat.
Menurutnya, program ini dirancang untuk memberi dampak langsung terhadap perekonomian warga. Selain menstabilkan harga, penyaluran beras SPHP menjadi instrumen untuk menekan angka inflasi daerah akibat gejolak lonjakan harga beras di pasar.
Distribusi beras SPHP tidak hanya menyasar pasar tradisional. Bulog Belitung memastikan komoditas ini tersedia di berbagai kanal penjualan, mulai dari pengecer, kios pangan, gerai BUMN, hingga ritel modern.
Syahrianza merinci penyaluran juga dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Rumah Pangan Kita (RPK). Langkah ini untuk menjamin ketersediaan stok beras agar senantiasa hadir di tengah masyarakat.
Bulog Belitung memperluas jangkauan dengan menyertakan beras SPHP dalam setiap kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini biasanya digelar di titik-titik yang membutuhkan intervensi harga.
"SPHP juga terus kami hadirkan di setiap kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Pasar Tani yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung agar masyarakat semakin mudah menjangkau dan memperoleh beras SPHP," ujar Syahrianza.
Dengan pola distribusi yang menyentuh berbagai lapisan, Bulog berharap harga beras di Pulau Belitung tetap terkendali. Warga juga diharapkan tidak kesulitan mendapatkan beras dengan harga wajar, baik di kota maupun pelosok desa.