Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Barat menggandeng PT Timah (Persero) Tbk untuk meningkatkan keterampilan puluhan pelaku UMKM mengolah ikan nila dan udang rebon menjadi produk bernilai jual tinggi. Pelatihan yang digelar di Bangka Barat ini tidak hanya menyasar peningkatan ekonomi warga, tetapi juga selaras dengan program daerah menekan angka stunting melalui konsumsi ikan.
PANGKALPINANG — PT Timah (Persero) Tbk menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Barat untuk menggelar pelatihan pengolahan hasil perikanan bagi pelaku UMKM setempat. Fokus pelatihan ini adalah mengubah ikan nila dan udang rebon menjadi produk olahan bernilai tambah, bukan sekadar bahan baku mentah.
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menyebut pelatihan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengasah keterampilan sekaligus membuka peluang pengembangan produk berbasis potensi lokal. "Melalui pelatihan berbasis potensi lokal ini, PT Timah terus mendorong agar sumber daya yang tersedia di masyarakat tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," ujarnya di Pangkalpinang, Jumat.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Dody Sihono, mengapresiasi kolaborasi yang digagas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan pelat merah itu. Menurutnya, pelatihan ini berdampak langsung pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami memandang ini sebagai suatu kolaborasi yang sangat baik. Bukan hanya bagaimana ikan diolah menjadi bahan makanan, tetapi bagaimana hasil perikanan ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Dody.
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang tengah gencar disosialisasikan pemerintah daerah. Program tersebut menyasar anak-anak usia PAUD dan TK serta keluarga berisiko stunting dengan memberikan makanan tambahan berbahan baku ikan.
Dody menilai inovasi pengolahan hasil perikanan menjadi kunci untuk meningkatkan konsumsi ikan di kalangan anak-anak. Dengan variasi produk yang lebih menarik, diharapkan minat makan ikan tidak hanya tumbuh di kalangan orang dewasa.
"Melalui pengolahan ini, dengan inovasi yang lebih terkini, bagaimana kita bisa memperkaya jenis makanan agar lebih menarik untuk anak-anak. Fokus kami saat ini bagaimana konsumsi ikan bisa meningkat, khususnya di kalangan anak-anak," ujarnya.
Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari keikutsertaan pelaku UMKM lintas generasi. Elda (69), salah satu peserta, mengaku senang mendapat kesempatan belajar langsung dari narasumber yang kompeten di bidangnya.
"Sangat senang diajak dalam kegiatan ini. Dengan kegiatan seperti ini kami bisa bergaul dengan sesama UMKM dan mendapatkan ilmu karena diberikan pengarahan dari para pakar dan PT Timah," ungkap Elda.
Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk olahan perikanan khas Bangka Barat yang tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga menembus pasar lebih luas. Ke depan, sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah ini akan terus diperkuat untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.