Pangkalpinang — Perum Bulog Cabang Bangka menambah satu unit gudang penyimpanan beras berkapasitas 1.000 ton melalui kerja sama sewa dengan PT Pos Indonesia Cabang Pangkalpinang. Dengan tambahan ini, total kapasitas penyimpanan Bulog di Pulau Bangka meningkat dari 7.000 ton menjadi 8.000 ton untuk mengantisipasi penurunan produksi padi akibat kemarau panjang.
PANGKALPINANG — Perum Bulog Cabang Bangka menambah satu unit gudang penyimpanan beras berkapasitas 1.000 ton melalui kerja sama sewa dengan PT Pos Indonesia Cabang Pangkalpinang. Penambahan ini meningkatkan total kapasitas penyimpanan Bulog di Pulau Bangka dari 7.000 ton menjadi 8.000 ton.
Langkah ini diambil di tengah ancaman gagal panen yang membayangi sejumlah sentra produksi padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akibat musim kemarau panjang.
Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, mengatakan proses koordinasi penyewaan gudang milik PT Pos Pangkalpinang telah rampung. Pihaknya menargetkan gudang tambahan itu mulai beroperasi pada September tahun ini.
"Kita berharap penambahan gudang ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di tengah kemarau panjang ini," ujar Dimas di Pangkalpinang, Jumat.
Selama ini, Bulog Bangka hanya mengandalkan satu gudang utama berkapasitas 7.000 ton untuk melayani kebutuhan beras di empat kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Kota Pangkalpinang.
Penambahan kapasitas penyimpanan ini menjadi langkah antisipasi atas prediksi penurunan produksi beras petani. Berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Babel, produksi padi pada Agustus hingga September 2026 diprediksi turun 16,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan, mengapresiasi langkah Bulog. Menurutnya, penguatan stok beras menjadi krusial di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat.
"Penambahan gudang penyimpanan beras ini penting untuk memperkuat stok beras di tengah kemarau panjang yang diperkirakan produksi beras petani mengalami penurunan," kata Kurniawan.
Dampak kekeringan sudah mulai terasa di lapangan. Kurniawan menyebutkan, petani di Desa Balun Ijuk mengalami gagal panen seluas enam hektare, sementara Desa Nyuruk kehilangan empat hektare lahan pertanian akibat berkurangnya ketersediaan air irigasi.
Dengan tambahan gudang baru, Bulog Bangka diharapkan mampu menjaga stabilitas harga beras di pasaran dan memastikan pasokan tetap aman hingga masa panen berikutnya. Operasional gudang sewaan ini juga akan mempercepat distribusi beras ke wilayah-wilayah yang membutuhkan di Pulau Bangka.