Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas lima hektare di Desa Belilik, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil dipadamkan prajurit TNI pada Sabtu (29/8/2026). Api yang membakar lahan semak belukar itu tidak meluas ke area permukiman warga maupun perkebunan kelapa sawit berkat respons cepat personel Yonif 147/Ksatria Garuda Jaya.
PANGKALPINANG — Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan dari Korem 045/Garuda Jaya mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api di Desa Belilik. Personel bergerak setelah menerima laporan warga tentang adanya titik api yang berpotensi merambat ke pemukiman.
Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, menyatakan api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi kejadian kini telah kondusif. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan bagi warga sekitar.
Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah Bangka Belitung menjadi faktor utama meluasnya potensi kebakaran lahan. Kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang membuat api cepat menjalar apabila ada percikan atau pembakaran lahan.
Brigjen TNI Nur Wahyudi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik ini dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terlebih di tengah kondisi cuaca yang kering saat ini.
Pasca kejadian, Korem 045/Garuda Jaya meningkatkan frekuensi patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah Kabupaten Bangka Tengah dan sekitarnya.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan apabila ada titik api atau kebakaran untuk segera melapor kepada petugas TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya, guna mempercepat pemadaman kebakaran lahan dan hutan selama musim kemarau ekstrim ini," ujarnya.
Warga yang menemukan indikasi kebakaran diminta segera menghubungi aparat terdekat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas ke area yang lebih besar.