KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Hisense akhirnya memperkenalkan secara resmi smartphone E-Ink terbarunya, A10 Series, setelah beredar kabar selama beberapa bulan terakhir. Seri ini mencoba menjawab dilema pengguna yang ingin fokus membaca dalam waktu lama, tetapi masih membutuhkan layar berwarna untuk konten tertentu. Alih-alih sekadar mengusung panel E-Ink monokrom seperti pendahulunya, Hisense menambahkan layar LCD sekunder yang bisa ditempel di bagian belakang perangkat.
Kedua varian berbagi sebagian besar spesifikasi inti. Berikut rinciannya:
Layar E-Ink pada perangkat ini memanfaatkan pantulan cahaya sekitar, bukan memancarkan cahaya langsung seperti panel LCD atau OLED. Hisense mengklaim panel tersebut tidak menghasilkan blue light dan bebas flicker, menjadikannya lebih nyaman untuk membaca e-book, menelaah dokumen PDF, atau membuat anotasi dalam sesi panjang.
Untuk meningkatkan responsivitas, Hisense menyematkan chip E Ink T2000 hardware TCON yang menangani proses refresh layar secara independen. Chip ini membantu mengurangi efek ghosting sekaligus meringankan beban kerja prosesor utama.
Inovasi utama A10 Series terletak pada layar LCD sekunder berukuran 4,96 inci yang dapat dipasang di bagian belakang perangkat. Sistem koneksinya menggunakan magnet dan metal contact, sehingga pengguna bisa menempelkan atau melepas panel warna tersebut kapan saja.
Saat layar warna terpasang, perangkat berfungsi seperti smartphone Android pada umumnya. Pengguna dapat menikmati komik berwarna, grafik, video pendek, atau berselancar di media sosial. Setelah selesai, layar tambahan bisa dilepas untuk kembali ke mode membaca hemat daya.
Perlu dicatat, Hisense A10 Ultra sudah menyertakan layar magnetik ini di dalam paket penjualan. Sementara itu, A10 Pro hanya menyediakan konektor magnetik pada bodinya—layar warna sekundernya harus dibeli secara terpisah.
Qualcomm QCM6690 yang digunakan dirancang khusus untuk perangkat berbasis E-Ink. Hisense mengoptimalkan konsumsi daya melalui mekanisme pengaturan frekuensi prosesor. Ketika pengguna membaca dengan tampilan statis, frekuensi diturunkan untuk menghemat energi. Sebaliknya, saat menjalankan aplikasi berat, performa dapat ditingkatkan agar antarmuka tetap responsif.
Kombinasi layar E-Ink yang hemat daya dan pengelolaan prosesor yang adaptif membuat A10 Series diklaim cocok untuk aktivitas membaca dan belajar dalam durasi panjang. Android 16 yang dijalankan sejak awal juga tidak membatasi pengguna untuk memasang aplikasi Android apa pun secara normal.
Hisense A10 Pro tersedia dalam tiga konfigurasi memori:
Untuk varian A10 Ultra, banderol harganya lebih tinggi:
Kedua varian tersedia dalam pilihan warna Moon White dan Bamboo Green dengan bobot sekitar 190 gram. Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan Hisense A10 Series di pasar Indonesia.
Dengan konsep layar ganda yang bisa dilepas, A10 Series menyasar pengguna yang menginginkan perangkat khusus untuk membaca dan belajar, tetapi tidak ingin sepenuhnya kehilangan fungsi smartphone berwarna. Perangkat ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, atau profesional yang banyak menghabiskan waktu dengan dokumen dan e-book.