BELITUNG TIMUR — Rangkaian Sembahyang Rebut yang berlangsung pada 26-28 Agustus 2026 di Kelenteng Pering dan Kelenteng Hok Tek Che tidak hanya menjadi ritual peribadatan. Momen ini juga dimanfaatkan untuk berbagi kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit menerima bantuan satu ton beras dari PT TIMAH (Persero) Tbk. Bantuan itu kemudian disalurkan kepada warga di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur.
Penyaluran bantuan beras menyasar berbagai kalangan. Mereka yang menerima antara lain lansia, nelayan, janda, serta warga dengan kondisi ekonomi di bawah rata-rata.
"Bantuan dari PT TIMAH dan donatur lainnya kami salurkan kepada masyarakat di Kecamatan Kelapa Kampit, terutama lansia, nelayan, janda dan masyarakat yang membutuhkan," ujar Pengurus Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit, Rina Chandra.
Menurut Rina, kegiatan berbagi ini telah berjalan rutin sejak 2015. Kehadirannya di tengah rangkaian Sembahyang Rebut merupakan wujud nyata dari rasa syukur yang tidak hanya diungkapkan lewat doa.
"Rangkaian Sembahyang Rebut ini merupakan kegiatan ucapan syukur. Di dalamnya juga ada momentum untuk berbagi bersama masyarakat," jelasnya.
Tradisi ini dinilai semakin relevan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga. Bantuan pangan yang dibagikan menjadi penopang kebutuhan sehari-hari bagi mereka yang paling terdampak.
Dukungan dari Badan Usaha Milik Negara tersebut bukan kali pertama diterima. Pada tahun sebelumnya, PT TIMAH juga turut membantu kelancaran kegiatan sosial serupa.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT TIMAH. Bantuan yang diberikan sudah kami salurkan seluruhnya kepada masyarakat. Tahun lalu PT TIMAH juga ikut membantu, sehingga kami sangat berterima kasih atas sinergi yang sudah terjalin," tutup Rina.