Jelajah Indonesia Wastra Nusantara 2026 di Jakarta, Wastra Jadi Jembatan Menuju Destinasi Wisata

Penulis: Ragil  •  Selasa, 08 September 2026 | 16:37:31 WIB
Pengunjung mengamati koleksi wastra Nusantara pada pameran Jelajah Indonesia Wastra Nusantara 2026 di Grand Indonesia, Jakarta.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kain batik, tenun, dan kain ikat tidak lagi sekadar produk tekstil yang dipajang di etalase. Pada awal September 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengubahnya menjadi pintu masuk untuk mengenal kekayaan budaya dan destinasi wisata Nusantara melalui pameran bertajuk "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara" di area Rama Atrium, Grand Indonesia, Jakarta.

Kain sebagai Pembuka Cerita Perjalanan

Setiap helai wastra yang dipamerkan menyimpan narasi tentang masyarakat dan daerah asalnya. Kemenpar melihat potensi ini sebagai medium storytelling yang kuat untuk menghubungkan wisatawan dengan keunikan destinasi di berbagai wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menegaskan bahwa pihaknya ingin menempatkan wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan jembatan penghubung antara wisatawan dan keunikan destinasi.

"Indonesia memiliki kekayaan wastra yang luar biasa, baik sebagai identitas budaya maupun magnet pariwisata. Kami berharap sinergi ini menempatkan wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan keunikan destinasi di berbagai wilayah Indonesia," ujar Ni Made Ayu Marthini.

Dari Galeri Kain hingga Fashion Show

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menyaksikan koleksi batik dan tenun dari berbagai daerah, mengenal proses pembuatannya, hingga mencoba membatik bersama perajin. Peragaan busana yang menampilkan Miss dan Mister Tourism binaan ASPPI menjadi salah satu daya tarik utama.

Kain tradisional ditampilkan dalam bentuk busana yang membuktikan bahwa wastra bisa terus berkembang mengikuti kreativitas fashion tanpa kehilangan karakter budayanya. Sesi styling juga membuka perspektif bahwa batik dan tenun layak dipakai untuk kegiatan sehari-hari maupun acara formal.

Pendekatan ini membuat wastra terasa lebih dekat dengan generasi urban, sekaligus memberi ruang bagi industri kreatif untuk mengembangkan produk berbasis budaya.

Promosi Destinasi Lewat Satu Atrium

Pameran ini tidak hanya berisi koleksi kain. Kemenpar turut menghadirkan pelaku industri pariwisata dari sembilan daerah untuk memperkenalkan destinasi asal wastra tersebut.

Batik Warisan membawa cerita Pekalongan, Jawa Tengah. Lombok Paradise Tour & Travel mempromosikan Lombok, Nusa Tenggara Barat, sementara Badan Otorita Borobudur mewakili Yogyakarta dan Jawa Tengah. Jabu Bonang hadir dengan pesona Danau Toba, Sumatera Utara, dan Ainon Holidays mengenalkan Palembang, Sumatera Selatan.

Jakarta diwakili CakraMahira Bespoke Travel, Bali oleh 8 Island Adventure, serta Sumatera Barat oleh APH Travel & MICE. Pengunjung bisa berdialog langsung dengan mereka untuk menyusun rencana perjalanan, mencari tahu tradisi, kuliner, hingga atraksi di daerah asal kain yang diminati.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Dukungan Ritel

Pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi pameran merupakan strategi untuk mendekatkan kekayaan budaya kepada masyarakat urban. Kemenpar menggandeng BCA, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta BINA dalam penyelenggaraan acara ini.

BCA menyediakan area pameran seluas 112 meter persegi di Rama Atrium. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti menyebut dukungan ini memperluas ruang promosi bagi keindahan wastra Indonesia.

"Melalui dukungan area pameran dari BCA serta jaringan ritel HIPPINDO, kami dapat menyediakan ruang promosi yang lebih luas bagi keindahan wastra Indonesia," ujar Erwita Dianti.

Menurut Erwita, kehadiran pelaku industri pariwisata dalam pameran ini diharapkan mampu menggerakkan wisatawan nusantara untuk mengunjungi destinasi asal kain-kain tersebut, bukan sekadar meningkatkan apresiasi terhadap wastra.

Diskusi Interaktif dan Aktivitas Edukatif

Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti diskusi interaktif bersama pelaku industri pariwisata, aktivitas edukatif, dan hiburan. Batik Riana Kesuma serta Batik & Tenun Rolla turut memeriahkan pameran dari sisi industri ritel dengan koleksi batik dan tenun khas Indonesia.

Perajin, desainer fashion, industri ritel, dan pelaku perjalanan wisata berkumpul dalam satu ruang, menunjukkan bahwa wastra memiliki ekosistem yang luas. Kain tradisional dapat berperan sebagai produk fashion, cendera mata, media edukasi budaya, sekaligus inspirasi perjalanan.

Bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Indonesia dari sisi budaya, pameran semacam ini menawarkan cara baru untuk menikmati kekayaan Nusantara. Waktu ideal mengunjungi pameran adalah di hari biasa untuk menghindari kepadatan pengunjung akhir pekan.

Reporter: Ragil
Sumber: indonesiasenang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top