BANGKA BARAT — Bupati Bangka Barat memimpin langsung kegiatan tanam perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahun 2026 di Koperasi Produsen Sinar Kelapa Makmur, Kecamatan Kelapa, Selasa (8/9/2026). Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun sawit rakyat.
Kehadiran orang nomor satu di lingkup Pemkab Bangka Barat tersebut menegaskan arah kebijakan pembangunan sektor perkebunan yang tidak hanya berhenti pada perluasan lahan, tetapi juga menyentuh aspek hilirisasi. Bupati menyebut bahwa upaya ini diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi hasil kebun pekebun setempat.
Program PSR yang dicanangkan tahun ini merupakan pelaksanaan tahap kedua bagi Koperasi Produsen Sinar Kelapa Makmur. Sebelumnya, koperasi yang berlokasi di Kecamatan Kelapa ini telah mengikuti program serupa pada 2020.
Tanam perdana ini dihadiri sejumlah pejabat penting, mulai dari Wakil Bupati Bangka Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), hingga Kepala Dinas Koperasi dan UKM. Camat Kelapa, Danramil, Kapolsek Kelapa, serta pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Kelapa turut hadir dalam agenda tersebut.
Dari unsur legislatif, Anggota DPRD Meriyanti tampak hadir mendampingi jajaran eksekutif. Kehadiran perwakilan Bank Sumsel Babel Cabang Kelapa dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan kelompok pekebun dalam mengawal program peremajaan sawit rakyat.
Para pengurus dan anggota Koperasi Produsen Sinar Kelapa Makmur turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tanam perdana ini. Keterlibatan langsung kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program PSR yang selama ini digadang-gadang mampu meningkatkan produktivitas kebun sawit milik rakyat.
Dorongan hilirisasi yang disuarakan Bupati Bangka Barat sejalan dengan kebutuhan mendesak pekebun untuk mendapatkan nilai jual yang lebih baik. Melalui program PSR, tanaman sawit yang sudah berumur tua dan tidak produktif dapat diremajakan dengan bibit unggul bersertifikat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menilai bahwa keberlanjutan program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan kelapa sawit. Dengan peremajaan lahan, produktivitas kebun diharapkan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.