KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memastikan target tiga besar bukan sekadar formalitas. Ia mengakui tantangan di Asian Games berbeda dengan SEA Games Kamboja, di mana Indonesia sebelumnya menempati peringkat tiga. Hal itu disampaikannya dalam prosesi pelepasan kontingen di Istana Merdeka, Rabu (9/9/2026).
Dari total 1.021 atlet yang masuk kontingen, sekitar 281 atlet hadir langsung dalam acara pelepasan. Sebagian lainnya telah berada di Jepang atau menjalani pemusatan latihan di luar negeri.
Erick mengungkapkan target tiga besar memiliki dasar perhitungan yang spesifik. Ia menyebut capaian Indonesia di SEA Games Kamboja lalu tidak bisa menjadi patokan penuh karena 41 dari 87 emas yang diraih berasal dari nomor yang tidak dipertandingkan di Asian Games.
"Jadi kita harus kejar sekarang bagaimana dari sisa emas yang memang masih ada untuk mencapai mungkin emas sekitar 80 lebih juga, supaya kita bisa ranking tiga," ujarnya.
Artinya, kontingen tidak bisa mengandalkan raihan masa lalu. Setiap cabor harus mencari peluang baru di nomor-nomor yang tersedia di Aichi-Nagoya.
Di balik persiapan Asian Games, pemerintah mengubah haluan pembinaan atlet. Erick menegaskan pola pelatnas yang hanya berorientasi satu ajang mulai ditinggalkan. Cabor prioritas kini disiapkan lebih panjang, bahkan hingga dua tahun, sebagai fondasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Pelatnas itu bisa setahun sampai dua tahun untuk Olimpiade 2028 di Los Angeles," kata Erick.
Perubahan ini diakui sebagai arahan langsung Presiden. Ada 21 cabang olahraga yang ditunjuk menjadi lumbung medali utama Indonesia ke depan.
"Bapak Presiden ingin 21 cabor ke depan ini menjadi lumbung daripada medali kita ke depan," ujarnya.
Persiapan kontingen tidak serentak. Sejumlah tim sudah lebih awal bergerak ke Jepang. Bola basket dan wushu tercatat menjalani training camp di sana, sementara tim bulu tangkis dijadwalkan menyusul kemudian.
Para atlet yang berangkat dari Indonesia telah menjalani pemusatan latihan nasional sekitar dua setengah bulan terakhir. Erick menambahkan, sistem pelatnas kini lebih terstruktur sesuai jenjang kompetisi.
"Berkat dukungan Bapak Presiden, sekarang yang namanya pemusatan latihan nasional itu kita sudah punya spesifikasi," tegasnya.