Aceh Culinary Festival 2026 Libatkan 100 UMKM, Transaksi Rp1,5 Miliar

Penulis: Ragil  •  Senin, 14 September 2026 | 14:05:01 WIB
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pentingnya narasi budaya di balik kuliner khas Aceh.

Narasi Kuliner Jadi Kunci Wisata Gastronomi

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta pemerintah daerah dan pelaku wisata memperkuat storytelling di balik kuliner khas Aceh. Menurutnya, kekayaan rasa, sejarah, dan budaya yang terkandung di dalamnya bisa menjadi daya tarik wisata gastronomi Indonesia.

"Kita harus kuatkan storytelling dari kuliner-kuliner Aceh sehingga kita tidak hanya merasakan enaknya saja, tetapi, kita tahu cerita di baliknya," kata Ni Luh dalam keterangannya, Senin (14/9).

Ni Luh menegaskan gastronomi tidak hanya soal cita rasa. Ada budaya, tradisi, sejarah, bahan pangan, dan kehidupan masyarakat yang membentuk sebuah hidangan. Narasi yang kuat membuat wisatawan memperoleh pengalaman lebih utuh saat menikmati kuliner Aceh.

Festival Kuliner Dituntut Beri Dampak Ekonomi

Penyelenggaraan festival dinilai tidak semestinya berhenti sebagai tontonan atau ruang perayaan budaya. Festival kuliner perlu memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan transaksi UMKM, penciptaan kesempatan kerja, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi acara.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 110 kegiatan yang tergabung dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sepanjang 2025 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp17 triliun. Angka itu tumbuh 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rangkaian KEN 2025 juga mencatat 10,8 juta pengunjung. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 108.500 tenaga kerja, 105.700 pelaku seni, 15.400 pengusaha UMKM, dan 4.900 komunitas.

Aceh Culinary Festival Masuk 10 Besar KEN

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi mengatakan Aceh Culinary Festival telah masuk jajaran 10 besar KEN milik Kementerian Pariwisata selama empat kali. Menurut Dedy, capaian itu tidak lepas dari kolaborasi Kementerian Pariwisata, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, Kementerian Kebudayaan, komunitas, hingga pengusaha UMKM.

Ni Luh menilai ACF 2026 menunjukkan besarnya potensi kuliner Aceh untuk dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia berharap festival ini memperkuat Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan kekayaan gastronomi Nusantara.

Bagi traveler yang ingin mengejar festival serupa, rangkaian KEN sepanjang tahun bisa jadi acuan. Informasi jadwal dan lokasi terbaru dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau kanal resmi Kementerian Pariwisata.

Reporter: Ragil
Sumber: validnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top