KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Apple TV resmi memperpanjang serial mata-mata Slow Horses untuk season ketujuh dan kedelapan, hanya beberapa jam sebelum episode perdana season keenam tayang. Pengumuman ini menegaskan posisi Slow Horses sebagai salah satu produksi paling produktif di era streaming, dengan jarak antar-season yang jauh lebih pendek dibanding serial lain.
Season keenam mulai tersedia untuk ditonton pada pukul 21.00 waktu ET atau sekitar pukul 08.00 WIB, Rabu (15/4). Setiap season Slow Horses hanya terdiri dari enam episode, faktor yang disebut menjadi kunci mengapa produksinya bisa berjalan cepat.
Berdasarkan pola perilisan Apple TV selama ini, season ketujuh diperkirakan tayang pada 2027 dan season kedelapan menyusul pada 2028. Apple belum mengumumkan tanggal resmi untuk kedua season tersebut.
Season 8 akan diangkat dari "Clown Town", novel kesembilan dalam seri "Slough House" karya Mick Herron. Novel itu juga menjadi penutup sementara untuk seri buku tersebut.
Sinopsis resmi season 8 menggambarkan Jackson Lamb dan Diana Taverner akan berhadapan dalam konfrontasi paling panas sepanjang serial. Konflik dipicu oleh upaya pemerasan terhadap The Park yang gagal dan membuat Taverner mengambil inisiatif menyerang.
Lamb kemudian dituntut mengungkap salah satu rahasia tergelap MI5 dan mengakhirinya untuk selamanya. Alur ini melanjutkan ketegangan antara kedua tokoh yang sudah dibangun sejak season-season awal.
Slow Horses pertama kali tayang pada 2022. Dalam kurun empat tahun, serial ini sudah mencapai season keenam, capaian yang jarang terjadi di industri streaming yang kerap menunda produksi hingga dua tahun atau lebih antar-season.
Apple disebut memperpanjang serial ini jauh sebelum season terbaru tayang. Strategi itu memberi tim produksi kepastian jadwal dan mempercepat proses syuting serta pascaproduksi.
Slow Horses dapat ditonton melalui layanan Apple TV dengan biaya berlangganan 14,99 dolar AS per bulan atau setara Rp 247.000. Pengguna juga bisa mendapat harga lebih murah melalui paket bundel Apple One.
Serial ini menjadi salah satu konten unggulan Apple TV di pasar global, termasuk Indonesia, meski layanan streaming tersebut masih bersaing ketat dengan pemain lokal dan regional seperti Netflix, Disney+ Hotstar, dan Vidio.
Belum ada konfirmasi apakah Herron akan menerbitkan novel baru yang bisa menjadi bahan season kesembilan. Jika itu terjadi, Apple kemungkinan besar akan melanjutkan produksi mengingat kecepatan siklus kerja yang sudah terbangun.