DPKP Babel Sebut Produksi Beras Bangka Selatan 2025 Surplus 26.507 Ton, Terbesar di Kepulauan Babel

Penulis: Fajar  •  Jumat, 18 September 2026 | 09:02:31 WIB

PANGKALPINANG — Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, menyampaikan capaian tersebut di Pangkalpinang. Menurut dia, produksi beras Bangka Selatan pada 2025 tercatat 26.507 ton atau setara 29.483 ton gabah kering giling (GKG).

Angka produksi itu berada jauh di atas kebutuhan beras masyarakat Bangka Selatan pada 2026 yang diproyeksikan 19.335 ton. Selisih inilah yang membuat kabupaten tersebut surplus produksi.

"Saat ini Bangka Selatan menjadi satu-satunya daerah di Kepulauan Bangka Belitung yang mencapai tingkat ketersediaan beras di atas 100 persen yaitu sebesar 137,09 persen," kata Kurniawan.

Luas Lahan Baku Sawah 15.356 Hektare, Terbesar di Kepulauan Babel

Kurniawan menyebut luas lahan baku sawah (LBS) di Bangka Selatan mencapai 15.356 hektare. Luas itu terbesar di antara kabupaten lain di Kepulauan Bangka Belitung.

Produktivitas pertanian yang tinggi turut menopang capaian ini. Produksi beras setara GKG di daerah itu mencapai 29.483 ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi tahunan.

"Alhamdulillah, produksi beras petani di Bangka Selatan ini tinggi, sehingga menghasilkan surplus produksi untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di kabupaten tersebut," katanya.

Strategi Benih Bermutu hingga Alsintan Pasca Panen

DPKP Babel menyebut sejumlah strategi diterapkan untuk menjaga produksi. Di antaranya penggunaan benih bermutu, peningkatan indeks pertanaman, dan perbaikan mutu hasil panen melalui alsintan pasca panen.

Dukungan infrastruktur pertanian juga disiapkan. Kurniawan menyebut rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) dan jalan usaha tani memudahkan aktivitas produksi petani.

"Penerapan strategi peningkatan produksi, seperti penggunaan benih bermutu, peningkatan indeks pertanaman, dan perbaikan mutu hasil panen melalui alsintan pasca panen," katanya.

Pengendalian Alih Fungsi Lahan Jaga Sawah Produktif

Komitmen daerah dalam mengendalikan alih fungsi lahan disebut menjadi kunci lain. Langkah itu membuat luas lahan pertanian produktif di Bangka Selatan tetap terjaga.

"Bangka Selatan berhasil menjadi daerah swasembada beras, karena komitmen daerah dalam pengendalian alih fungsi lahan, sehingga luas lahan pertanian produktif tetap terjaga," katanya.

Capaian Bangka Selatan ini sejalan dengan program DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam percepatan swasembada pangan berkelanjutan. Program itu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: babelpos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top