Bulog Salurkan 4,5 Juta Ton Beras 2026, Terbesar dalam Beberapa Tahun

Penulis: Ragil  •  Jumat, 18 September 2026 | 14:23:32 WIB

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perum Bulog menyalurkan hampir 4,5 juta ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sepanjang 2026 melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan beras. Volume intervensi itu menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, karena pemerintah menambah alokasi SPHP hingga 1 juta ton di tengah tekanan harga pangan akhir tahun.

Paragraf pembuka: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah untuk menahan laju harga beras. Penyaluran dilakukan lewat dua jalur yang saling melengkapi, dari Sabang sampai Merauke, dengan dukungan stok dan jaringan pergudangan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dua Jalur Penyaluran Beras Pemerintah

Program SPHP dan bantuan pangan beras bekerja di tingkat yang berbeda. SPHP memperkuat pasokan di tingkat konsumen, sementara bantuan pangan langsung menjangkau keluarga penerima manfaat.

Target awal penyaluran SPHP tahun ini mencapai 828 ribu ton. Pemerintah lantas menambah alokasi SPHP sebesar 1 juta ton, sehingga total penugasan SPHP melonjak signifikan dibanding rencana awal.

Bantuan pangan beras disalurkan dalam beberapa tahap. Februari-Maret sebanyak 664.888 ton, Juli-September 997.332 ton, dan Oktober-Desember yang diperkirakan kembali menyentuh sekitar 997 ribu ton.

Total CBP Mendekati 4,5 Juta Ton

Jika seluruh penugasan direalisasikan, total penggunaan CBP pada 2026 mendekati 4,5 juta ton. Angka itu menempatkan 2026 sebagai salah satu tahun dengan volume intervensi pangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Rizal menegaskan dukungan stok yang kuat menjadi kunci penyaluran masif tersebut. "Kami terus mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah dalam pengendalian harga beras, yakni penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan beras untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat," kata Rizal dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

Ia menambahkan, "Beras SPHP dan bantuan pangan bergerak melalui dua jalur yang saling melengkapi. SPHP memperkuat pasokan di tingkat konsumen, sementara bantuan pangan langsung menjangkau keluarga penerima manfaat."

Siapa yang Merasakan Dampaknya

Bantuan pangan beras menyasar keluarga penerima manfaat yang tercatat dalam data pemerintah. Mereka menerima beras secara langsung, tanpa harus membeli di pasar dengan harga yang berfluktuasi.

Sementara itu, SPHP menyasar konsumen umum melalui operasi pasar dan penyaluran di ritel modern maupun pasar tradisional. Tujuannya menahan kenaikan harga di tingkat eceran agar tetap terjangkau, terutama menjelang periode permintaan tinggi di akhir tahun.

Bagi petani dan pelaku pasar, volume penyaluran sebesar ini memberi sinyal bahwa pemerintah aktif mengintervensi pasar. Namun, besarnya serapan CBP juga menjadi catatan tersendiri bagi pengelolaan stok nasional ke depan.

Menjaga Pasokan di Tengah Tekanan Akhir Tahun

Pemerintah mengerahkan CBP dalam skala besar untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia saat potensi tekanan harga muncul di akhir tahun. Penambahan alokasi SPHP sebesar 1 juta ton menunjukkan kekhawatiran terhadap gejolak harga yang bisa terjadi.

Dengan jaringan pergudangan yang tersebar, Bulog punya ruang untuk menyalurkan beras secara cepat ke berbagai wilayah. Namun, efektivitas program tetap bergantung pada ketepatan sasaran penerima manfaat dan kelancaran distribusi di daerah terpencil.

Penutup: Total penugasan mendekati 4,5 juta ton menjadikan 2026 sebagai tahun dengan intervensi pangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Bagi pasar, angka itu menjadi penanda seberapa agresif pemerintah menjaga harga beras tetap stabil hingga akhir tahun.

Reporter: Ragil
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top