JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama PT Syailendra Capital menggelar Sharia Wealth Forum 2026 bertajuk "Navigating Opportunities Through Sharia Investment" di Shangri-La Hotel, Jakarta. Forum ini menghadirkan perspektif mengenai dinamika pasar dan peluang investasi syariah bagi nasabah BRI Prioritas dan BRI Private.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi investor untuk memahami pergerakan pasar yang terus berubah. BRI menilai pemahaman menyeluruh soal investasi syariah semakin dibutuhkan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan dinamika ekonomi dan pasar menuntut investor untuk mempertimbangkan potensi imbal hasil, risiko, likuiditas, dan tujuan finansial dalam setiap keputusan investasi.
"Kondisi ekonomi dan pasar terus bergerak dinamis. Bagi investor, situasi seperti ini tentu menghadirkan tantangan, tetapi di saat yang sama juga membuka berbagai peluang," ujar Aris.
Ia menambahkan bahwa menata portofolio, menjaga likuiditas, dan mengelola risiko sesuai tujuan finansial masing-masing menjadi semakin penting. Pendekatan itu dinilai lebih relevan dibanding hanya mengejar imbal hasil jangka pendek.
Forum ini menyoroti investasi syariah sebagai salah satu opsi diversifikasi bagi nasabah BRI Prioritas dan BRI Private. Konsep investasi syariah menawarkan instrumen yang mengikuti prinsip-prinsip keuangan Islam, sekaligus memberi ruang bagi investor untuk menyebar risiko.
BRI menggandeng Syailendra Capital sebagai manajer investasi dalam forum tersebut. Kolaborasi ini menempatkan produk investasi syariah sebagai bagian dari layanan wealth management perseroan.
Sharia Wealth Forum 2026 menyasar segmen nasabah BRI Prioritas dan BRI Private. Kedua segmen ini mendapat pendampingan investasi yang lebih spesifik, termasuk pemilihan instrumen sesuai profil risiko masing-masing.
Melalui forum ini, BRI berupaya memperkuat literasi investasi syariah di kalangan nasabah bernilai tinggi. Pemahaman yang lebih baik diharapkan mendorong keputusan investasi yang lebih terukur.