BANGKA BARAT — Keterbatasan pasokan air bersih saat musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka Barat membutuhkan pasokan tambahan. PT TIMAH menyediakan 15 tangki air yang ditempatkan di titik-titik berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Penempatan itu dilakukan agar warga lebih mudah mendapatkan air bersih secara terpusat.
Kepala BPBD Bangka Barat Syafrizal menegaskan bahwa pemenuhan air bersih saat kekeringan tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Menurut dia, kerja sama lintas sektor dan stakeholder di Kabupaten Bangka Barat menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
"Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, pemenuhan air bersih saat kekeringan memang membutuhkan kerja sama lintas sektor dan stakeholder di Kabupaten Bangka Barat," kata Syafrizal.
Penyaluran air bersih itu merupakan hasil koordinasi antara BPBD, PT TIMAH, dan Perumdam Tirta Sejiran Setason. Sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air kemudian dipetakan untuk menjadi lokasi distribusi.
Syafrizal mengungkapkan kondisi sumber air di sejumlah wilayah Bangka Barat saat ini cukup memprihatinkan akibat kekeringan. Perumdam terus berupaya mencari sumber air alternatif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
"Sumber air yang ada memprihatinkan, tetapi PDAM tetap berupaya mencari sumber-sumber yang baru agar tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat," terangnya.
Penempatan tangki air di sejumlah titik bertujuan membuat distribusi lebih terarah sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh air bersih. Lokasi penempatan tangki ditentukan berdasarkan masukan dari RT, RW, kelurahan, dan desa, terutama di wilayah yang masyarakatnya mengalami keterbatasan air.
"Kita minta masukan dari RT, RW di masing-masing kelurahan dan desa, di mana masyarakat yang membutuhkan. Berapa KK yang sudah kami layani dan berapa yang terdampak kekeringan di Bangka Barat," jelasnya.
Syafrizal juga mengimbau masyarakat untuk tertib saat mengambil air dari tangki yang telah disediakan agar proses distribusi berjalan lancar.
"Kita harapkan kepada masyarakat untuk tertib dalam pengambilan air nantinya, jangan rebutan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," ujarnya.
Syafrizal mengapresiasi respons PT TIMAH dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan kolaborasi antarpihak dapat diwujudkan secara cepat dalam bentuk bantuan yang langsung dirasakan masyarakat.
Distribusi air bersih dari 15 tangki tersebut kini berjalan di titik-titik yang telah dipetakan. BPBD bersama Perumdam Tirta Sejiran Setason masih mengupayakan sumber air baru untuk menjaga pasokan selama musim kemarau berlangsung.