Uang Rupiah Cetak 2026 Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor, BI Jamin Tetap Sah

Penulis: Fajar  •  Rabu, 23 September 2026 | 14:06:01 WIB
Uang Rupiah cetak 2026 bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo diburu kolektor karena dianggap langka.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bank Indonesia memastikan uang rupiah kertas tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Gubernur BI Perry Warjiyo tetap sah sebagai alat pembayaran. Status hukum itu tidak berubah meski kedua pejabat tersebut sudah tidak lagi menjabat saat uang beredar di masyarakat.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan keabsahan uang tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang telah diubah lewat UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

"Uang Rupiah Tahun Cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia tetap merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI," kata Denny kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/9).

Aturan Tanda Tangan di Uang Rupiah Kertas

Denny menjelaskan rupiah kertas memuat dua tanda tangan, yakni pemerintah yang diwakili menteri keuangan dan Bank Indonesia yang diwakili gubernur. Nama pejabat yang tercantum mengikuti siapa yang menjabat pada saat proses penetapan dan produksi uang.

"Tanda tangan yang tercantum pada Uang Rupiah menyesuaikan dengan pejabat yang menjabat pada saat proses penetapan dan produksi Uang Rupiah," ujarnya.

Konsekuensinya, pergantian menteri keuangan maupun gubernur BI setelah uang diproduksi dan diedarkan tidak memengaruhi keabsahan. Masyarakat tetap bisa memakai uang tersebut untuk transaksi harian.

Uang TE 2022 Pecahan Rp100 Ribu Jadi Incaran

Uang yang diburu kolektor merupakan rupiah kertas tahun emisi (TE) 2022 pecahan Rp100 ribu. Yang membuatnya berbeda, lembaran tersebut memiliki tahun cetak 2026 dan dibubuhi tanda tangan Purbaya bersama Perry Warjiyo.

Sejumlah warganet mengaku tertarik mengoleksi karena menilai uang dengan tanda tangan kedua pejabat itu tidak banyak ditemukan. Salah satu pengguna X menulis, "Yeay akhirnya nemu yang ttd (tandatangan) nya purbaya, langka lho ini cuma jabat 1 tahun 1x cetak uang baru aja pak pur."

Purbaya sendiri merespons santai fenomena tersebut. Dihubungi CNNIndonesia.com melalui aplikasi perpesanan pada Rabu (23/9), ia hanya mengirim satu kata disertai emoji tersenyum lebar.

"Santai," kata Purbaya diikuti tiga emoji bergigi.

Penerbitan Berikutnya Ikut Pejabat yang Menjabat

BI memastikan tanda tangan pada uang rupiah yang diproduksi selanjutnya akan menyesuaikan pejabat yang menjabat saat proses pengelolaan dan produksi berlangsung. Penyesuaian itu mengikuti ketentuan dan tahapan pengelolaan uang rupiah yang berlaku.

"Uang rupiah yang diproduksi selanjutnya akan menyesuaikan dengan tanda tangan pejabat yang menjabat sesuai ketentuan dan tahapan pengelolaan Uang Rupiah," kata Denny.

Bagi kolektor, kelangkaan edisi menjadi daya tarik utama. Purbaya menjabat Menkeu periode 2025-2026, sementara Perry Warjiyo sudah tidak lagi menjabat Gubernur BI. Kombinasi masa jabatan singkat dan satu kali pencetakan membuat lembaran bertanda tangan keduanya diminati di pasar sekunder.

Masyarakat yang masih memegang uang tersebut tidak perlu menukar ke bank. Nilai nominalnya tetap berlaku penuh untuk pembayaran, dan statusnya sebagai alat pembayaran sah dilindungi undang-undang.

Reporter: Fajar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top