Luas Lada Putih Bangka Belitung Bertambah Jadi 39.639 Hektare, Harga Tembus Rp 150.000 per Kilogram

Penulis: Fajar  •  Rabu, 23 September 2026 | 17:12:01 WIB
Petani merawat tanaman lada putih di perkebunan Bangka Belitung.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat luas perkebunan lada putih di daerah itu bertambah menjadi 39.639 hektare pada 2026. Penambahan luas lahan ini didorong harga lada putih di tingkat petani yang berfluktuasi tinggi, kisaran Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kilogram, seiring permintaan pasar lokal, nasional, dan internasional yang tinggi.

PANGKALPINANG — Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, menyatakan lonjakan harga membuat petani kembali bergairah menggarap kebun lada. Luas perkebunan tahun ini tercatat 39.639 hektare, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 18.948,81 hektare.

Kenaikan itu tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Bangka Selatan menyumbang lahan terluas dengan 16.665 hektare, disusul Belitung 8.310 hektare, Bangka Barat 4.023 hektare, Bangka 3.968 hektare, Belitung Timur 3.479 hektare, dan Bangka Tengah 3.194 hektare.

Harga Tinggi Picu Petani Kembali Menanam Lada

"Saat ini harga lada putih tinggi, sehingga berdampak terhadap minat petani untuk mengembangkan usaha perkebunan lada putih," kata Kurniawan di Pangkalpinang.

Menurut dia, harga di tingkat petani sepanjang tahun ini bergerak di kisaran Rp 140.000 sampai Rp 150.000 per kilogram. Permintaan dari pasar lokal, nasional, dan internasional menjadi pemicu utama.

Kondisi itu berbeda dengan periode ketika harga lada jatuh, yang membuat sebagian petani beralih ke komoditas lain atau membiarkan kebun tidak terawat.

195 Hektare Kebun Tua Diremajakan dengan Bibit Unggul

DPKP Kepulauan Bangka Belitung juga meremajakan atau merehabilitasi 195 hektare perkebunan lada milik petani. Program itu menyasar tanaman tua dan tidak produktif.

"Melalui program ini, kita akan mengganti tanaman lada tua dan tidak produktif dengan bibit unggul," ujarnya.

Peremajaan dinilai penting karena usia tanaman ikut menentukan kualitas dan volume panen. Lahan yang sudah lama tidak diganti biasanya menghasilkan butir lada lebih kecil dan rentan serangan hama.

Dorongan Mengembalikan Kejayaan Lada Putih Babel

Kurniawan menyatakan pihaknya terus mendorong petani memperluas lahan. Targetnya mengembalikan posisi lada putih Kepulauan Bangka Belitung di pasar global.

"Kita terus mendorong petani untuk terus memperluas lahan perkebunan ladanya untuk mengembalikan kejayaan lada putih Kepulauan Babel di pasar global," katanya.

Lada putih Bangka Belitung dikenal sebagai komoditas ekspor dengan nilai jual tinggi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, luas tanam menyusut karena harga yang tidak menentu dan persaingan dari negara produsen lain.

Dengan tambahan luas lahan dan program peremajaan, DPKP berharap produksi tahun depan ikut naik. Belum ada keterangan resmi soal target volume panen maupun jadwal distribusi bibit unggul ke petani.

Reporter: Fajar
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top