6 Bahan Masakan yang Perlu Direndam Sebelum Diolah, Racun Hilang Gizi Maksimal

Penulis: Ragil  •  Kamis, 24 September 2026 | 09:08:31 WIB
Kacang merah kering direndam dalam air sebelum diolah untuk menghilangkan senyawa beracun.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Merendam bahan masakan sebelum diolah bukan sekadar tradisi dapur turun-temurun, melainkan langkah sains yang terbukti menghilangkan racun dan antinutrisi. Dari kacang merah hingga kentang, berikut enam bahan yang wajib direndam plus panduan durasinya agar hidangan keluarga aman dan nutrisinya terserap maksimal.

Kacang merah mentah mengandung phytohaemagglutinin (PHA), sejenis lektin beracun yang bisa memicu gangguan pencernaan serius jika tidak dinetralkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan perendaman minimal 5 jam sebelum kacang merah direbus hingga mendidih sempurna.

Proses perendaman bekerja lewat dua mekanisme sekaligus: mengaktifkan enzim alami dan melarutkan senyawa yang menghambat penyerapan nutrisi. Antinutrisi seperti asam fitat dan tanin memang melindungi benih dari hama, tapi pada tubuh manusia senyawa ini mengikat zat besi, kalsium, dan seng sehingga sulit diserap.

Mengapa Perendaman Bukan Sekadar Kebiasaan Dapur

Selain menonaktifkan antinutrisi, perendaman membantu melarutkan logam berat dan residu pestisida yang menempel pada lapisan luar bahan pangan. Untuk bahan yang tumbuh di dalam tanah atau lingkungan air tercemar, langkah ini jadi detoksifikasi awal yang murah dan mudah.

Efeknya terasa jangka panjang. Risiko gangguan pencernaan dan paparan senyawa karsinogenik dari pemasakan suhu tinggi bisa ditekan hanya dengan mengubah cara pra-pengolahan.

1. Kacang-Kacangan: Kacang Merah, Kacang Hitam, Kacang Hijau, Kedelai

Kacang-kacangan kering menempati urutan teratas bahan yang wajib direndam. Studi yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI) menemukan bahwa perendaman 8-12 jam mengaktifkan enzim fitase yang memecah asam fitat, sehingga ketersediaan mineral meningkat signifikan.

Rasa kembung setelah makan kacang berasal dari oligosakarida, gula kompleks yang sulit dicerna dan difermentasi bakteri usus besar menjadi gas. Membuang air rendaman terbukti melarutkan sebagian besar oligosakarida ini.

National Geographic dalam ulasannya soal sains pangan menegaskan bahwa merendam kacang bukan cuma soal mempercepat waktu masak, tapi langkah krusial untuk pencernaan yang nyaman.

2. Beras Merah dan Beras Cokelat: Kurangi Arsenik Anorganik

Tanaman padi menyerap arsenik dari tanah dan air lebih efektif dibanding tanaman pangan lain. Arsenik ini terkonsentrasi di lapisan kulit ari yang masih utuh pada beras merah dan cokelat.

Riset Consumer Reports dan data FDA menunjukkan merendam beras semalaman lalu membilasnya hingga air jernih bisa menurunkan kadar arsenik secara signifikan. Peneliti di Inggris menyarankan metode tambahan: masak beras dengan rasio air banyak seperti merebus pasta, lalu buang sisa air tajinnya.

Kombinasi perendaman dan metode masak ini diklaim membuang hingga 50-60% kandungan arsenik. Konsekuensinya, ada sedikit pengurangan vitamin B yang larut air.

3. Kentang: Cegah Akrilamida Saat Digoreng

Akrilamida adalah senyawa kimia yang berpotensi memicu kanker, terbentuk alami saat makanan berpati dimasak di atas 120°C seperti digoreng atau dipanggang. Senyawa ini muncul dari reaksi antara gula alami dan asam amino asparagin, dikenal sebagai Reaksi Maillard.

Food Standards Agency (FSA) Inggris menyarankan merendam potongan kentang mentah dalam air sebelum digoreng untuk menekan pembentukan akrilamida. Riset dalam Journal of the Science of Food and Agriculture memvalidasi bahwa perendaman membantu mengurangi senyawa ini.

Kapan Perlu Lebih Hati-Hati

Ibu hamil, anak balita, dan anggota keluarga dengan gangguan pencernaan sebaiknya tidak melewatkan proses perendaman, terutama untuk kacang merah yang mengandung lektin beracun. Jika setelah mengonsumsi kacang atau umbi yang tidak direndam muncul mual, kram perut, atau diare hebat, segera konsultasi ke dokter.

Untuk beras, jangan tiriskan air rendaman langsung ke saluran air jika khawatir soal arsenik. Buang ke area yang tidak dipakai menanam, atau ikuti metode masak air banyak agar residunya lebih terkendali.

Kesimpulan

Merendam bahan masakan adalah investasi kecil dengan hasil besar: racun alami luruh, mineral lebih mudah diserap, dan risiko senyawa karsinogenik menurun. Mulai dari kacang-kacangan dengan durasi 8-12 jam, beras semalaman, hingga kentang sebelum digoreng, semua bisa dijadwalkan sesuai rutinitas dapur.

Luangkan waktu merendam di malam hari untuk bahan yang akan dimasak besok. Kebiasaan sederhana ini membuat setiap hidangan keluarga lebih aman sekaligus bergizi.

Reporter: Ragil
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top