TP PKK Babel Edukasi PHBS ke Siswa TK Al-Hikmah Pangkalpinang, Tekankan Cuci Tangan dan Sikat Gigi

Penulis: Ragil  •  Jumat, 25 September 2026 | 23:29:01 WIB
Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat Arsani memimpin edukasi PHBS kepada siswa TK Al-Hikmah Sinar Bulan, Pangkalpinang.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada siswa usia dini di TK Al-Hikmah Sinar Bulan, Bukit Intan, Pangkalpinang. Kegiatan yang dipimpin Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat Arsani ini menyasar kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan menyikat gigi dua kali sehari. Edukasi menyasar anak-anak sebagai fondasi pembentukan generasi sehat sejak dini.

PANGKALPINANG — Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani memimpin langsung sosialisasi PHBS di TK Al-Hikmah Sinar Bulan, Bukit Intan. Dalam kegiatan itu, anak-anak diajak mempraktikkan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari di rumah. Selain mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, mereka juga diajarkan waktu yang tepat untuk menyikat gigi.

"Pembiasaan PHBS sejak usia dini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus membentuk generasi yang sehat dan cerdas," kata Noni.

Dua Waktu Sikat Gigi yang Ditekankan ke Anak-Anak

Noni yang juga menjabat Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Babel mengingatkan anak-anak untuk menyikat gigi dua kali sehari. Yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Kebiasaan itu disebutnya harus menjadi rutinitas, bukan sekadar pengetahuan.

"Setiap hari kita harus sikat gigi, dua kali yakni sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur," ujarnya.

Selain sikat gigi, anak-anak juga diedukasi soal cuci tangan memakai air bersih dan sabun. Terutama setelah bermain atau beraktivitas. Tangan disebutnya bisa menjadi media perpindahan bakteri yang berpengaruh terhadap kesehatan.

"Kita mengedukasi anak-anak agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan yang benar, perilaku menggosok gigi yang benar, berapa kali sehari seharusnya dilakukan di rumah sehingga ini menjadi kebiasaan yang baik," kata Noni.

Peran Orang Tua dan Guru Jadi Kunci Pembentukan Kebiasaan

Dokter Gigi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang drg. Suniti menyebut pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak butuh peran aktif orang tua dan guru. Pendampingan itu dinilai menentukan apakah kebiasaan baik terbentuk atau tidak.

"Para orang tua perlu mendampingi dan membiasakan anak menyikat gigi pada waktu yang tepat, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam," kata Suniti.

Menurut dia, langkah sederhana ini menjadi fondasi penting untuk menanamkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan gigi anak. Ia juga mengimbau orang tua dan guru membiasakan anak mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

"Saya mengimbau orang tua dan guru harus membiasakan anak mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, rutin menyikat gigi, serta memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan," ujarnya.

Pemeriksaan Gigi Rutin Setiap Enam Bulan

Pemeriksaan kesehatan gigi setiap enam bulan menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam edukasi tersebut. Langkah ini melengkapi kebiasaan harian sikat gigi dan cuci tangan yang sudah diajarkan ke anak-anak.

Kegiatan di TK Al-Hikmah Sinar Bulan menjadi bagian dari upaya TP PKK Babel memperluas jangkauan sosialisasi PHBS ke sekolah-sekolah usia dini. Pembiasaan di tingkat PAUD dan TK dinilai lebih efektif karena anak-anak masih dalam fase meniru kebiasaan orang di sekitarnya.

TP PKK Babel menyebut edukasi serupa akan terus digencarkan ke sejumlah sekolah lain di wilayah itu. Sasaran utamanya tetap anak usia dini, dengan melibatkan guru dan orang tua sebagai pendamping di rumah.

Reporter: Ragil
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top