BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Kota Besar Indonesia, Pangkal Pinang Berawan Tebal

Penulis: Yasir  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:32:31 WIB
Prakirawan BMKG menyampaikan siaran prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia.

JAKARTA — Prakirawan BMKG Yuyun W menyampaikan siaran prakiraan cuaca yang mencakup sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Bali dan Nusa Tenggara. Ia menegaskan bahwa gambaran cuaca tersebut bersifat umum dan dapat berubah.

Potensi Hujan Petir di Padang, Hujan Sedang di Medan

Di Pulau Sumatera, BMKG memprakirakan potensi hujan petir di Padang. Curah hujan sedang diprakirakan turun di Medan, sedangkan hujan ringan berpeluang membasahi Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, dan Bandar Lampung.

Wilayah lain di Sumatera diprakirakan mengalami kondisi berbeda. Pangkal Pinang berpotensi berawan tebal, sementara Bengkulu dan Palembang berpotensi dilanda udara kabur.

Jawa: Hujan Sedang di Bandung, Hujan Ringan di Semarang dan Surabaya

BMKG memprakirakan hujan sedang turun di Bandung. Hujan ringan berpeluang terjadi di Serang, Semarang, dan Surabaya.

Langit Jakarta, Yogyakarta, dan Denpasar diprakirakan diselimuti awan tebal. Kondisi berbeda terpantau di Kupang yang berpotensi cerah berawan.

"Di Pulau Jawa terdapat potensi hujan sedang di Bandung, kemudian potensi hujan ringan di Serang, kemudian di Semarang dan di Surabaya," ujar Yuyun.

Kalimantan Hujan Merata, Banjarmasin Diminta Waspadai Kabut

Hujan ringan diprakirakan membasahi sejumlah kota di Kalimantan secara merata, meliputi Pontianak, Palangka Raya, dan Tanjung Selor.

BMKG memberikan peringatan khusus bagi warga Banjarmasin agar mewaspadai potensi cuaca berupa asap atau kabut. Peringatan serupa juga disampaikan untuk Mataram.

Warga Diminta Pantau Informasi Cuaca Terbaru

Yuyun mengingatkan bahwa prakiraan tersebut merupakan gambaran umum cuaca harian. Untuk informasi yang lebih lengkap dan diperbarui setiap jam, masyarakat dapat memantau aplikasi Info BMKG dan akun media sosial @infobmkg.

Pembaruan berkala diperlukan karena kondisi atmosfer dapat berubah cepat, terutama di wilayah dengan potensi hujan petir dan kabut.

Reporter: Yasir
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top