PANGKALPINANG — Bantuan alat usaha diserahkan Srikandi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung kepada pengrajin daun nipah dan Ojek Muslimah (O.MAH) dalam acara Ruang Cerita Ibu. Penyerahan berlangsung di Pangkalpinang, Selasa (29/9/2026), bersamaan dengan sesi berbagi yang dihadiri Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri serta General Manager PLN UIW Bangka Belitung Ira Savitri.
Ruang Cerita Ibu dirancang sebagai forum terbuka bagi perempuan di Bangka Belitung untuk saling menguatkan sekaligus mengembangkan potensi dan usaha. Kegiatan ini merupakan bagian dari Srikandi Movement, program yang menempatkan perempuan sebagai penggerak perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Dua kelompok penerima manfaat dipilih dalam kegiatan tersebut. Pengrajin daun nipah menerima bantuan alat usaha untuk menunjang produksi, sementara Ojek Muslimah (O.MAH) mendapat perlengkapan operasional dan keselamatan berkendara.
Pemilihan penerima bantuan menyasar perempuan yang menjalankan usaha mandiri di sektor informal. Kedua kelompok dinilai membutuhkan dukungan peralatan agar kegiatan usaha berjalan lebih aman dan produktif.
Arsyadany menyebut perempuan memegang peran penting dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, ruang berbagi pengalaman perlu terus dibangun agar energi positif antarperempuan dapat saling menguatkan.
"Mulai dari diri sendiri kita upayakan yang terbaik yang mampu kita berikan. Mudah-mudahan apa yang kita tampilkan ini bisa kembali menjadi energi positif bagi kita semua," ujar Arsyadany.
Ia berharap Ruang Cerita Ibu menjadi forum yang memperkuat perempuan dalam menjalankan berbagai peran, baik di rumah maupun di ruang usaha.
Srikandi Movement menjadi payung sejumlah kegiatan pemberdayaan perempuan yang dijalankan PLN di berbagai wilayah. Di Bangka Belitung, program ini menyasar pelaku usaha perempuan skala kecil yang bergerak di sektor kerajinan dan transportasi.
PLN UIW Bangka Belitung menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Fokusnya menyentuh langsung perempuan pekerja informal yang selama ini jarang tersentuh program pemberdayaan.