Noni Hidayat Kenakan Batik Pinang Sirih di HBN 2026 Surabaya, Ajak Anak Muda Bangka Belitung Kembangkan Batik Daerah

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:02:31 WIB
Ketua Dekranasda Bangka Belitung Noni Hidayat mengenakan batik Pinang Sirih pada puncak Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya.

SURABAYA — Batik yang dikenakan Noni Hidayat Arsani itu merupakan karya perajin bernama Sundarti, dari sentra batik Pinang Sirih. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan: setiap menghadiri event resmi tingkat nasional, Ketua Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung ini memang konsisten memakai pakaian khas daerah Babel.

Puncak peringatan Hari Batik Nasional 2026 berlangsung di Monumen Kapal Selam, Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam. Momentum itu dimanfaatkan Noni untuk memperkenalkan batik Bangka Belitung ke pelaku dan penggerak batik dari berbagai daerah.

Siapa Perajin di Balik Batik Pinang Sirih

Batik Melayu Bangka Belitung yang dikenakan Noni dibuat oleh Sundarti, perajin dari sentra batik Pinang Sirih. Sentra ini menjadi salah satu basis produksi batik daerah yang terus didorong pengembangannya oleh Dekranasda Babel.

Kehadiran Noni di forum nasional itu sekaligus membuka ruang jejaring dengan perajin dan penggerak batik lintas provinsi. Menurutnya, jaringan semacam ini penting untuk memperluas pasar batik Bangka Belitung.

Ajakan ke Generasi Muda: Gunakan, Bukan Hanya Lestarikan

Noni menegaskan pelestarian batik tidak cukup dengan menjaga warisan budaya. Batik harus diwujudkan lewat penggunaan sehari-hari agar tetap hidup dan dikenal.

"Hari ini saya menghadiri Hari Puncak Batik Nasional. Saya sebagai Bangka Belitung menggunakan batik Melayu dari Pinang Sirih. Batik merupakan budaya kita yang harus kita lestarikan, jadi kita gunakan dan kita cintai," ujar Noni.

Dari pernyataan itu, ada dua hal yang diminta Noni dari generasi muda. Pertama, terlibat langsung dalam pengembangan batik daerah. Kedua, menjadikan batik sebagai pakaian keseharian, bukan hanya busana acara resmi.

Jejaring Lintas Daerah Jadi Modal Kembangkan Batik Babel

Peringatan Hari Batik Nasional di Surabaya mempertemukan pelaku batik dari berbagai provinsi. Bagi Bangka Belitung, forum semacam ini menjadi kesempatan memperkenalkan corak Melayu Bangka Belitung ke pasar yang lebih luas.

Noni menilai momentum HBN tepat untuk memperkenalkan batik Bangka Belitung sekaligus memperluas jejaring. Jejaring itu diharapkan berdampak pada pemasaran produk perajin lokal.

Langkah lanjutnya ada di tangan generasi muda. Tanpa regenerasi perajin dan pengguna, batik daerah berisiko kehilangan pasar di kampung sendiri.

Reporter: Fajar
Sumber: sekilasindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top