SUNGAILIAT — Jumlah peserta yang benar-benar turun bertanding tercatat 614 orang, lebih banyak dari 445 atlet yang masuk daftar pendaftaran awal. Selisih angka itu muncul karena pendaftaran peserta dilakukan per nomor pertandingan, bukan per individu, sehingga satu atlet bisa tampil di beberapa kelas.
Ketua Pelaksana Jimmy Antonio Ispanola menyebut kejuaraan ini menyasar dua hal sekaligus: realisasi program kerja dan pembentukan sistem pembinaan jangka panjang.
"Selain merealisasikan program kerja INKADO Bangka tahun 2026, kejuaraan ini diharapkan melahirkan pola pembinaan yang terintegrasi dan sistematis, sehingga menghasilkan atlet handal yang berprestasi," ujar Jimmy kepada wartawan.
Peserta datang dari tujuh perguruan karate yang berafiliasi di bawah INKADO, INKANAS, INKAI, GOKASI, GUJUKAI, GAJU Ass, dan WAKODAI. Sebaran daerahnya mencakup Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Kabupaten Bangka sebagai tuan rumah.
Format pertandingan dua hari dipakai agar setiap nomor bisa diselesaikan tanpa menumpuk di satu sesi. Stadion Orom Sungailiat dipilih sebagai venue tunggal, memudahkan panitia mengatur jadwal sekaligus memantau kesiapan atlet antarperguruan.
Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Arman Agus, menekankan dimensi pembinaan karakter dalam kejuaraan ini. Menurutnya, olahraga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas yang tidak bisa diukur dari medali saja.
"Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk belajar dan menjadi lebih baik. Prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan panjang, kedisiplinan, pengorbanan, serta dukungan keluarga dan pelatih," ungkap Arman.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Thony Marza, Ketua Forki Bangka Achmad Suherman, Ketua INKADO Bangka Deki Purna Irwanda, serta para ketua perguruan karate se-Provinsi Bangka Belitung.
Posisi INKADO Bangka Open Season II sebagai ajang lintas perguruan membuat hasil pertandingan bisa dipakai memetakan kekuatan atlet di tiap daerah. Perguruan dan pengurus cabang bisa melihat langsung di nomor mana mereka kuat dan mana yang perlu pembenahan latihan.
Bagi Kabupaten Bangka sebagai penyelenggara, kejuaraan ini juga menjadi uji kesiapan panitia lokal dalam menggelar event tingkat provinsi. Pengalaman tersebut relevan bila daerah ini kembali ditunjuk menjadi tuan rumah kejuaraan serupa pada musim berikutnya.
Pembinaan berkelanjutan yang disebut Jimmy menjadi kunci berikutnya: hasil dari Sungailiat akan menentukan siapa atlet yang layak dikirim ke jenjang kompetisi lebih tinggi mewakili Kepulauan Bangka Belitung.