PANGKALPINANG — Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia" memperkuat kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mendorong UMKM naik kelas. Program pendampingan dan pelatihan itu menyasar peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menyebut kolaborasi pemerintah dan swasta sangat penting untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM. Menurut dia, ketika UMKM naik kelas, perekonomian Indonesia juga ikut tumbuh.
Elisabeth memaparkan UMKM menyumbang sekitar 61 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Kontribusi sebesar itu membuat peningkatan kapasitas UMKM berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM sangat penting karena ketika UMKM naik kelas, maka perekonomian Indonesia juga ikut tumbuh," kata Elisabeth.
Dia mengapresiasi pendampingan dan pelatihan UMKM yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk melalui SETC. Program itu dinilai konsisten mendampingi UMKM naik kelas, termasuk menyiapkan pelaku usaha menembus pasar ekspor.
Pendampingan SETC menyasar pelaku usaha kecil dan menengah yang ingin meningkatkan skala usaha. Pelatihan diberikan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan kapasitas produksi hingga kesiapan menjangkau pasar yang lebih luas.
Kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi kunci karena UMKM yang naik kelas berdampak pada pertumbuhan Indonesia. Dukungan kapasitas usaha kecil dan menengah juga relevan bagi daerah dengan basis UMKM kuat, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai pendampingan semacam ini memperkuat ekosistem UMKM nasional. Pelaku usaha yang naik kelas diharapkan memperluas serapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.