Nelayan Parittiga Hilang Kontak di Perairan Siangau Pala, Tim SAR Sisir 15 Mil Laut Persegi

Penulis: Ragil  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:03:01 WIB
Tim SAR gabungan menyisir perairan Siangau Pala seluas 15 mil laut persegi untuk mencari nelayan hilang.

BANGKA BARAT — Laporan hilangnya Kepri Sandi diterima Basarnas Pangkalpinang pada Selasa sekitar pukul 00.50 WIB dari keluarga korban. Pria 35 tahun itu berangkat melaut sendirian dengan perahu fiber bernama Arjuna-Amora sepanjang sekitar 8 meter, berciri warna biru dengan lis kuning.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang Mikel Rahman Junika menyatakan pihaknya langsung bergerak setelah laporan masuk.

"Kami menerima laporan awal pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.50 WIB dari keluarga korban. Menindaklanjuti informasi tersebut, kami langsung merespons cepat (quick action) dengan memberangkatkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Mentok menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian," kata Mikel.

Berangkat Minggu Sore, Tak Kunjung Pulang

Kepri Sandi meninggalkan rumah pada Minggu sekitar pukul 17.00 WIB menuju lokasi pemancingan atau fishing ground di perairan Teluk Limau, wilayah Siangau Pala, Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga. Biasanya ia kembali pada pagi hari setelah melaut.

Hingga Selasa dini hari, perahu dan korban belum kembali. Keluarga bersama sejumlah nelayan setempat sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar perairan, namun tidak membuahkan hasil.

Upaya warga tersebut akhirnya dihentikan dan keluarga memilih melaporkan kejadian ke Basarnas Pangkalpinang untuk meminta bantuan operasi pencarian yang lebih luas.

SAR Sisir 15 Mil Laut Persegi dengan Rubber Boat

Tim gabungan dari Unit Siaga SAR Mentok dikerahkan ke titik yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP). Pada hari pertama operasi, area penyisiran mencakup sekitar 15 mil laut persegi.

Metode parallel search pattern diterapkan dengan satu unit rubber boat Basarnas sebagai sarana utama. Tim memprioritaskan pemantauan visual di permukaan laut untuk menemukan korban maupun perahu Arjuna-Amora.

"Kami fokuskan pada pemantauan visual di atas permukaan air. Semoga korban dapat dengan segera ditemukan," ujar Mikel.

Operasi Lanjutan Libatkan Unsur SAR Gabungan

Pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan unsur SAR gabungan dan pihak keluarga. Kondisi korban hingga saat ini belum diketahui.

Perairan Siangau Pala dan Teluk Limau dikenal sebagai area pemancingan yang kerap disambangi nelayan dari pesisir Bangka Barat. Jarak tempuh dari Desa Cupat menuju fishing ground tersebut bisa memakan waktu beberapa jam dengan perahu fiber berukuran 8 meter.

Basarnas mengimbau nelayan yang melintas di sekitar perairan Teluk Limau untuk melaporkan jika menemukan perahu biru dengan lis kuning maupun tanda-tanda keberadaan korban.

Reporter: Ragil
Sumber: suarabangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top