Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung mengerahkan tim khusus "Belitung Lestari" dan sepuluh petugas kebersihan untuk membersihkan sisa acara nonton bersama final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand di Bundaran Satam, Tanjungpandan. Dalam operasi yang bergerak satu jam setelah penonton bubar itu, tim berhasil mengumpulkan 235 kilogram sampah anorganik. Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Belitung Johandi Agus Saputra menyebut kawasan Bundaran Satam kembali bersih seperti semula.
TANJUNGPANDAN — Ribuan warga memadati Bundaran Satam sejak pukul 20.00 WIB untuk menyaksikan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Indonesia melawan Thailand. Antusiasme penonton meninggalkan tumpukan sampah anorganik berupa botol dan gelas plastik bekas minuman di seluruh area.
DLH Belitung menurunkan tim khusus "Belitung Lestari" bersama sepuluh petugas kebersihan begitu penonton bubar. Total 235 kilogram sampah anorganik diangkut dari lokasi dalam waktu sekitar satu jam.
Sampah yang terkumpul seluruhnya berupa anorganik, didominasi bekas wadah minuman. Jenis sampah ini butuh penanganan cepat karena tidak terurai alami dan berisiko menyumbat saluran air di kawasan bundaran.
"Tim DLH Belitung berhasil mengumpulkan sebanyak 235 kilogram sampah acara nonton bersama laga final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia melawan Thailand di kawasan Bundaran Satam," kata Johandi Agus Saputra di Tanjungpandan.
Ia menambahkan, kecepatan gerak tim jadi kunci agar kawasan itu tidak berlama-lama kotor. Bundaran Satam berfungsi sebagai wajah Kota Tanjungpandan, sehingga kebersihannya jadi prioritas setelah acara publik berskala besar.
Johandi mengimbau warga agar lebih peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan sendiri saat menghadiri kegiatan di ruang terbuka. Salah satu caranya dengan membawa wadah makanan atau minuman dari rumah.
"Ke depan kami imbau masyarakat bisa lebih peduli dengan sampah mereka sendiri salah satunya adalah membawa wadah makanan sendiri dari rumah sehingga tidak meninggalkan atau menyisakan bekas makanan atau minuman di lokasi acara," ujarnya.
Penanganan pasca-nobar ini jadi contoh bagaimana acara publik berukuran besar bisa dibersihkan dalam hitungan jam jika petugas bergerak cepat. DLH Belitung memastikan kawasan Bundaran Satam kembali bersih dan siap dipakai warga keesokan harinya.