SUNGAILIAT — Penyerahan bantuan berlangsung di SMAN 1 Sungailiat dengan pengalungan Kain Cual dan Tari Sambut dari pihak sekolah. Gubernur datang bersama Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat Arsani.
Dana bantuan berasal dari BAZNAS Babel yang dihimpun dari sumbangan sukarela provinsi dan para donatur. Gubernur menegaskan penyalurannya harus benar-benar sampai ke pihak yang berhak.
Sasaran program ini adalah siswa SMA/SMK di Kabupaten Bangka yang masuk kategori membutuhkan. Penyaluran difokuskan pada kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan warga kurang mampu.
Gubernur meminta jajaran BAZNAS Babel mengelola dana tanpa dicampuri kepentingan politik. Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak disalahgunakan pihak-pihak tertentu.
"Bantuan ini berasal dari dana BAZNAS yang merupakan sumbangan sukarela dari provinsi dan donatur, yang akan disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak, terutama untuk dunia pendidikan di seluruh Provinsi Babel. Saya harap, dana ini tidak ada lagi permainan dari pihak-pihak nakal," tegas Hidayat.
Kepada para siswa, Gubernur Hidayat berpesan menjaga etika, keimanan, dan kelestarian lingkungan sekolah. Ia juga meminta Bupati Bangka beserta jajarannya ikut berperan sebagai pengawas sekolah.
Permintaan itu disampaikan langsung di hadapan penerima bantuan dan jajaran sekolah. Pengawasan berlapis diharapkan mencegah penyelewengan penyaluran.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur menyatakan akan memberikan bantuan sumur bor bagi SMAN 1 Sungailiat. Sekolah itu disebut mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Secara pribadi, saya akan mengirimkan sumur bor terbaik untuk sekolah yang masih sulit dengan kebutuhan air. Kita harus cepat bertindak dalam mengatasi masalah kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan beribadah," terangnya.
Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah tahun 2026 ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemprov Babel dan BAZNAS Babel di sektor pendidikan. Penyaluran berikutnya diharapkan menjangkau sekolah lain di wilayah Kabupaten Bangka.