150 Pelajar SMP Muhammadiyah Toboali Belajar Sejarah Timah Langsung di Museum Timah Indonesia Pangkalpinang

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:01:01 WIB
Pelajar SMP Muhammadiyah Toboali mengamati koleksi di ruang pameran Museum Timah Indonesia Pangkalpinang, Kamis (15/10/2026).

PANGKALPINANG — Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang yang dikelola PT TIMAH (Persero) Tbk kembali menjadi tujuan pembelajaran luar kelas bagi pelajar di Kepulauan Bangka Belitung. Rombongan 150 siswa-siswi bersama guru pendamping dari SMP Muhammadiyah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menyusuri ruang pameran dan mengamati berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan pertimahan daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026) dengan suasana museum yang tampak ramai. Para pelajar tidak hanya membaca keterangan koleksi, tetapi juga melihat langsung artefak, peralatan tambang, hingga alat angkut hasil tambang yang digunakan pada masa lalu.

Museum Timah Masuk Agenda Tahunan Outing Class

Kepala SMP Muhammadiyah Toboali, Redi Junaidi, menyebut MTI Pangkalpinang menjadi destinasi yang rutin masuk agenda sekolah karena keterkaitannya dengan materi IPS. Menurutnya, kunjungan memberi siswa pengalaman belajar yang tidak bisa diperoleh hanya dari buku pelajaran.

"Setiap tahun kami memiliki program outing class, dan Museum Timah Indonesia menjadi salah satu agenda di dalamnya. Di sini, siswa bisa belajar tentang sejarah timah di Bangka Belitung, termasuk budaya dan adat istiadat masyarakat yang berkaitan dengan mata pelajaran IPS," ujar Redi.

Redi berharap MTI Pangkalpinang terus memperkaya materi edukasi dan koleksi artefaknya. Dengan begitu, semakin banyak hal yang bisa dipelajari pelajar maupun masyarakat tentang sejarah Bangka Belitung.

Dari Koin hingga Peralatan Tambang Jadi Daya Tarik Siswa

Antusiasme terlihat dari pengalaman para siswa selama menjelajahi museum. Mohammad Fazil, siswa SMP Muhammadiyah Toboali, mengaku mendapat pengalaman baru setelah melihat berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan pertimahan di daerahnya.

Fazil tertarik pada benda bersejarah berbahan timah, mulai dari koin, perhiasan, hingga peralatan makan. Ia juga mempelajari berbagai jenis batuan, pasir, peralatan tambang, serta alat angkut hasil tambang yang dipakai pada masa lalu.

Bagi Fazil, koleksi tersebut membuat sejarah pertimahan yang biasanya dipelajari secara teori menjadi lebih mudah dipahami karena bisa dilihat langsung.

Kisah Depati Amir Dibaca Berulang oleh Siswi Kelas VIII

Pengalaman serupa dirasakan Saqillah Zalyara, siswi kelas VIII. Ia senang bisa mengunjungi MTI Pangkalpinang karena museum tersebut memberi kesempatan bagi pelajar mengenal lebih dalam sejarah daerah sendiri, termasuk informasi yang mungkin belum banyak diketahui.

Salah satu materi yang menarik perhatiannya adalah sejarah perjuangan pahlawan daerah Depati Amir. Saqillah bahkan membaca materi tersebut berulang kali agar dapat memahami lebih jauh kisah perjuangan tokoh yang menjadi bagian penting dari sejarah Bangka Belitung.

Kunjungan para pelajar ini memperlihatkan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah. MTI Pangkalpinang juga berfungsi sebagai ruang belajar yang membantu generasi muda memahami identitas dan perjalanan daerahnya.

Reporter: Yasir
Sumber: okeyboz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top