KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Layar besar di mobil listrik tidak otomatis bikin nyaman. Kalau sistemnya lambat, pengemudi justru repot saat mengakses navigasi atau pengaturan kendaraan. Chery Q mencoba menjawab persoalan itu lewat kombinasi chip, kamera, dan perangkat bantuan mengemudi.
Snapdragon 8155 sebagai Otak Smart Cockpit
Qualcomm Snapdragon 8155 menjalankan sistem smart cockpit Chery Q. Chip ini menangani aplikasi, tampilan grafis, suara, gambar, dan sejumlah fungsi kendaraan sekaligus.
Hasilnya diproyeksikan ke layar utama 15,6 inci beresolusi 2.5K dan panel instrumen digital 8,88 inci. Sistem mendukung tampilan yang bisa dikustomisasi, shortcut, kontrol suara, Apple CarPlay, dan Android Auto.
Chery Q juga mengusung konsep Internet of Vehicle (IoV) yang menghubungkan mobil dengan internet, perangkat pengguna, dan layanan digital. Cakupannya meliputi navigasi, pemantauan status kendaraan, hingga akses layanan lewat aplikasi.
Perlu dicatat, pengalaman aktual tetap bergantung pada perangkat lunak, pembaruan sistem, koneksi, dan ketersediaan layanan yang berlaku di tiap region.
20 Fungsi ADAS: Cara Kerja dan Batasannya
Chery menyebut Chery Q dibekali 20 fungsi ADAS. Jumlah itu tidak otomatis menjadikannya paling lengkap di kelasnya, karena perbandingan tetap perlu melihat jenis fitur, cara kerja, dan batasan tiap varian.
Mengacu pada arsitektur yang diperkenalkan Chery secara global, fungsi-fungsi tersebut bekerja lewat kombinasi kamera, sensor ultrasonik, radar, unit kontrol elektronik, serta perangkat lunak pengenalan dan pengambilan keputusan. Satu sensor bisa dipakai beberapa fungsi sekaligus.
Kamera depan membaca marka jalan, kendaraan, pejalan kaki, dan objek di depan. Kamera samping dan belakang memantau area sekitar, terutama saat berpindah jalur atau mundur.
Sensor ultrasonik mengukur jarak objek dekat saat parkir. Radar, jika tersedia pada konfigurasi terkait, membantu mendeteksi jarak dan kecepatan kendaraan di sekitar.
Semua data digabungkan melalui proses sensor fusion. Sistem turut mempertimbangkan kecepatan, sudut kemudi, dan gerakan kendaraan untuk memperkirakan kondisi serta potensi risiko.
Empat Tahap Kerja ADAS
- Sensor membaca kondisi sekitar.
- Sistem mengenali marka, kendaraan, dan objek.
- Perangkat lunak menilai risiko.
- Mobil memberi peringatan atau melakukan intervensi jika kondisi dan batas sistem memungkinkan.
Contohnya Forward Collision Warning (FCW) dan Automatic Emergency Braking (AEB). FCW memberi peringatan saat sistem mendeteksi potensi tabrakan dari depan. Bila pengemudi tidak merespons dan parameter terpenuhi, AEB membantu mengurangi kecepatan atau mengerem lewat sistem pengereman kendaraan.
Adaptive Cruise Control (ACC), Traffic Jam Assist (TJA), dan Integrated Cruise Assist (ICA) membantu mengatur kecepatan, jarak dengan kendaraan di depan, dan arah mobil. Tingkat intervensinya mengikuti konfigurasi serta batasan sistem.
Lane Departure Warning (LDW), Lane Keeping Assist (LKA), Lane Departure Prevention (LDP), dan Emergency Lane Keeping Assist (ELK) memperingatkan atau mengoreksi posisi mobil ketika terdeteksi berpotensi keluar jalur.
Blind Spot Detection (BSD), Lane Change Assist (LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Rear Collision Warning (RCW), dan Door Opening Warning (DOW) memantau area samping dan belakang. Efektivitasnya bergantung pada kondisi sensor dan lingkungan.
ONEBOX Integrated Brake System menggabungkan penguat rem, pengaturan tekanan hidraulis, dan sebagian fungsi kontrol pengereman dalam satu modul. Sistem ini dirancang menghasilkan respons pengereman yang cepat dan terkontrol, meski kinerja aktual tetap dipengaruhi kondisi kendaraan, permukaan jalan, ban, dan situasi yang dihadapi.
ADAS tetap sistem bantuan, bukan pengganti pengemudi atau sistem mengemudi otonom penuh. Pengemudi wajib tetap memperhatikan jalan dan siap mengambil alih. Kinerja sensor bisa terpengaruh cuaca, pencahayaan, marka jalan, kebersihan sensor, dan kondisi lalu lintas.
Kamera HD 540 Derajat untuk Manuver dan Parkir
Kamera HD 540 derajat membantu pengemudi melihat area sekitar mobil saat parkir atau bermanuver. Istilah 540 derajat merupakan cara pemasaran untuk menggambarkan gabungan beberapa sudut pandang kamera, bukan satu lensa tunggal dengan cakupan seluas itu.
Fitur Autonomous Parking Assist (APA) melengkapi kemampuan kamera tersebut. Ditambah pengisian cepat DC hingga 85 kW, Chery Q memosisikan diri pada segmen EV yang menonjolkan kemudahan harian, bukan sekadar angka jarak tempuh.
Bagi calon pembeli, yang perlu diuji saat test drive bukan cuma daftar fitur, tetapi seberapa cepat layar merespons dan seberapa bisa diandalkan ADAS di jalanan padat Indonesia.