KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jakarta — Penurunan harga emas Antam ini tercatat di laman resmi Logam Mulia. Posisi tersebut masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicapai pada Kamis (29/1/2026), yakni Rp 3.168.000 per gram.
Bagi pemilik emas batangan, harga buyback menjadi acuan penting. Angka itu adalah nominal yang diterima saat menjual kembali emas ke Antam, dan kini berada di Rp 2.452.000 per gram — turun Rp 2.000 dari sebelumnya.
Rincian Harga Emas Antam per Ukuran
Antam menetapkan harga berbeda untuk setiap ukuran emas batangan. Pecahan terkecil 0,5 gram dibanderol Rp 1.351.000, sedangkan ukuran 1 gram dipatok Rp 2.602.000.
Untuk pembelian dalam jumlah lebih besar, berikut daftar lengkapnya:
- 2 gram: Rp 5.154.000
- 3 gram: Rp 7.713.000
- 5 gram: Rp 12.825.000
- 10 gram: Rp 25.570.000
- 25 gram: Rp 63.760.000
- 50 gram: Rp 127.355.000
- 100 gram: Rp 254.560.000
- 250 gram: Rp 636.090.000 (pre order)
- 500 gram: Rp 1.271.900.000 (pre order)
- 1.000 gram: Rp 2.542.600.000 (pre order)
Perlu dicatat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global.
Analis Wall Street Mayoritas Bullish
Survei terbaru Kitco News Weekly Gold Survey menunjukkan mayoritas analis Wall Street masih optimistis terhadap prospek logam mulia pekan ini. Dari 14 analis yang disurvei, 9 analis atau 64% memperkirakan harga emas akan naik.
Hanya 2 analis atau 14% yang memprediksi harga turun, sementara 3 analis lainnya atau 21% memperkirakan emas bergerak sideways. Sentimen serupa datang dari investor ritel — dari 218 responden jajak pendapat online Kitco, 115 investor atau 53% memperkirakan harga emas menguat.
Managing Director Bannockburn Global Forex Marc Chandler memperkirakan harga emas dapat menguat menjelang pertemuan Federal Reserve. "Harga emas mungkin diperdagangkan lebih tinggi menjelang pertemuan FOMC," kata Chandler, dikutip dari Kitco, Senin (14/9/2026).
Ia memperkirakan area US$ 4.460–US$ 4.510 menjadi target teknikal yang masuk akal. Namun keputusan The Fed tetap menjadi faktor utama penentu arah emas.
Pandangan Berbeda di Kalangan Analis
Head of Currency Strategy investingLive Adam Button justru memperkirakan harga emas turun karena The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga. "The Fed akan menaikkan suku bunga, dan hal itu memberikan tekanan ke bawah terhadap harga emas. Namun, jika pernyataan dan konferensi pers tidak cukup hawkish, harga emas dapat dengan cepat kembali menguat," jelasnya.
Darin Newsom, Senior Market Analyst Barchart.com, melihat peluang berbeda. Kontrak futures Desember dinilainya masih mampu bertahan di atas penutupan harian sebelumnya sehingga membuka peluang terbentuknya momentum bullish.
Adrian Day, President Adrian Day Asset Management, memilih sikap "Unchanged for now" atau belum berubah untuk saat ini. Ia menilai kemampuan emas bertahan di tengah kenaikan inflasi konsumen AS dan imbal hasil Treasury menunjukkan kekuatan mendasar. Menurutnya, emas perlahan membangun basis harga lebih tinggi di sekitar US$ 4.300 sebelum kembali naik.
Menanti Keputusan The Fed
Analis logam mulia independen dan pendiri BubbleBubble Report, Jesse Colombo, menilai investor terlalu pesimistis menjelang rilis data inflasi AS. "Saya pikir investor terlalu pesimistis pada pekan lalu," kata Colombo.
Menurutnya, harga emas sempat kembali menguji level US$ 4.400 setelah data inflasi AS dirilis, dan level tersebut masih menjadi titik penting secara psikologis bagi pasar emas. Colombo menyarankan kehati-hatian menjelang keputusan The Fed, namun memperkirakan emas berpotensi reli setelah keputusan diumumkan.
"Saya menduga akan terjadi reli 'beli saat berita keluar', sebuah reli karena kelegaan," ujarnya. Jika The Fed menaikkan suku bunga, Colombo memperkirakan emas tetap dapat menguat, sedangkan kenaikan berpotensi lebih besar jika bank sentral AS memilih menahan suku bunga.
Pergerakan harga emas Antam pekan ini akan sangat bergantung pada hasil pertemuan The Fed. Bagi investor emas batangan, selisih antara harga jual dan buyback — kini sekitar Rp 150.000 per gram — tetap menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil posisi.